PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)
Mau naik pangkat ?, itu yang pertama ditanyakan oleh Prof. Dr. Ir.H.Suhardjono,Dipl H.E.MPd,sebelum menyampaikan materinya, beliau adalah salah satu anggota Tim tehknis penilai angka kredit guru pusat, didalam bidang karya tulis ilmiah (KTI) guru.
Apabila jawaban kita “YA” maka yang harus kita kerjakan adalah : (1) mengumpulkan angka kredit dan (2) mengusulkan kenaikan pangkat kita. Pertanyaan selanjutnya lalu darimana angka kredit didapat. AK (angka kredit didapat ) dari :
a. Pendidikan
b. Pelaksanaan pembelajaran
c. Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB)
d. penunjang
PKB adalah kegiatan pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan berkelanjutan untuk meningkat profesionalnya (Permennegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 pada Bab I pasal 1 butir 5).
Ada 3 (tiga) kegiatan , pada PKB yaitu :
A Pengembangan Diri 1.mengikuti diklat fungsional
2.melaksanakan kegiatan kolektif guru
B Publikasi Ilmiah 1.membuat publikasi ilmiah
2.membuat publikasi buku
C Karya INOVATIF 1.menemukan tehknologi tepat guna
2.menemukan/menciptakan karya seni
3.membuat/memodifikasi alat pelajaran
4.mengikuti pengembangan penyususn standar,pedoman, soal dan sejenisnya

Macam publikasi ilmiah dan berapa angka kreditnya, berdasar Permennegpan dan RB Nomor 16 tahun 2009, terdapat 10 macam publikasi ilmiah, yang masing – masing mempunyai besaran angka kredit yang berbeda
No Macam Publikasi ilmiah kode keterangan Angka kredit
1 Makalah yang dipresentasikan di forum ilmiah 1a Pemrasaran/ nara sumber pada seminar atau lokakarya 0.2
1b Pemrasaran/ nara sumber pada kolokium atau diskusi ilmiah 0,2
3 Publikasi ilmiah berupa hasil penelitian /gagasan ilmiah dibidang pendidikan formal 2a Berupa buku yang diterbitkan ber ISBN diedarkan secara nasional atau ada pengakuan dari BSNP 4
2b Berupa tulisan (artikel ilmiah) dimuat di jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi 3
2c Berupa tulisan (artikel ilmiah) dimuat dijurnal ilmiah tingkat propinsi 2

2d Berupa tulisan (artikel ilmiah) dimuat dijurnal ilmiah tingkat kabupaten/kota 1
2e Berupa makalah hasil penelitian dan telah diseminarkan di sekolah penulis 4
3 Makalah berupa tinjauan ilmiah 3a Tinjauan ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan 2
4 Tulisa Ilmiah Populer 4a Artikel ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di media massa tingkat nasional 2
4b Artikel ilmiah populer dibidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di media massa tingkat propinsi 1,5
5 Artikel ilmiah dibidang pendidikan 5a Artikel ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di Jurnal tingkat nasional terakreditasi 2
5b Artikel ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di Jurnal tingkat nasional tidak terakreditasi/propinsi 1,5
5c Artikel ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan dimuat di Jurnal tingkat lokal/ kabupaten/sekolah/madrasah. 1
6 Buku Pelajaran 6a Buku pelajaran yang lolos penilaian oleh BNSP 6
6b Buku pelajaran yang dicetak oleh penerbit dan berISBN 3
6c Buku pelajaran yang dicetak oleh penerbit tetapi belum ber ISBN 1
7 Modul / Diktat Pembelajaran per semester 7a Modul/diktat yang digunakan tingkat propinsi 1,5
7b Modul/diktat yang digunakan tingkat kabupaten/ kota 1
7c Modul/diktat yang digunakan tingkat sekolah/madrasah 0,5
8 Buku Dalam Bidang Pendidikan 8a Buku dalam bidang pendidikan yang dicetak oleh penerbit dan ber ISBN 3
8b Buku dalam bidang pendidikan yang dicetak oleh penerbit tetapi belum ber ISBN 1,5
9 Karya Terjemahan 9a Karya hasil terjemahan 1
10 Buku Pedoman Guru 10a Buku Pedoman Guru 1,5

Macam Jenis Publikasi untuk setiap jenjang penilaian sebagai berikut :
Dari pangkat/ golongan Ke pangkat/ golongan Angka kredit publikasi ilmiah dan/karya inovatif Macam publikasi ilmiah yang wajib ada
Penata Pertama golongan IIIa Guru Pertama golongan IIIb – -
Guru Pertama golongan IIIb Guru Muda golongan IIIc 4 (empat) Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif
Guru Muda golongan IIIc Guru Muda golongan IIId 6 (enam) Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif
Guru Muda golongan IIId Guru Madya golongan IVa 8 (delapan) Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode 2e)
Guru Madya golongan IVa Guru Madya golongan IVb 12 (dua belas) Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode2e) dan satu (1)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d)
Guru Madya golongan IVb Guru Madya golongan IVc 12 (dua belas Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode2e) dan satu (1)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d
Guru Madya golongan IVc Guru Utama golongan IVd 14 (empat belas) Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode2e) dan 1 (satu)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d dan 1 (satu) buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber ISSN (6a, atau 6b)
Guru Utama golongan IVd Guru Utama golongan IVe 20 (dua puluh) Minimal terdapat 1 (satu) laporan hasil penelitian (kode2e) dan 1 (satu)

Artikel yang dimuat di jurnal ber ISSN (2b,2c,atau 2d dan 1 (satu) buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber ISSN (6a, atau 6b)

Bagaimana mempuplikasikan laporan PTK ?
Berdasarkan pada Pernennaegpan dan RB Nomer 16 tahun 2009, PTK dapat dipublikasikan dalam 3 bentuk yaitu:
1. Buku : publikasi bentuk buku adalah berupa buku yang berisi laporan hasil penelitian yang diterbitkan/ dipublikasikan dalam bentuk buku ber ISBN dan telah mendapat pengakuan BNSP. Nilai angka kreditnya 4.
2. Artikel Ilmiah pada majalah ilmiah/jurnal ilmiah : laporan hasil penelitian yang disusun menjadi artikel ilmiah diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah ilmiah/jurnal ilmiah yang diedarkan secara nasional dan terakreditasi (angka kredit 3), atau jurnal ilmiah tingkat propinsi (angka kredit 2) atau jurnal ilmiah tingkat kabupaten/kota (angka kredit 1).
3. Makalah laporan hasil penelitian : berupa makalah yang telah diseminarkan di sekolah/madrasahnya dan disimpan di perpustakaan (angka kredit 4).
Bagaimana Kerangka Isi Publikasi Ilmiah PTK
1. Bagian Awal terdiri dari (a) hlaman judul, (b) lembar peersetujuan dan pernyataan dari Kepala Sekolah yang menyatakan keaslian tulisan dari penulis, (c) Pernyataan dari perpustakaan yang menyatakan bahwa makalah tersebut telah disimpan di perpustakaan sekolah/madrasah , (d) pernyataan keaslian tulisan yang dibuat dan ditandatangani oleh penulis, (e) kata pengantar, (f) daftar isi (bila ada daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran), (g) abstraksi/ ringkasan
2. Bagian Isi pada umumnya terdiri dari beberapa bab :
A. Bab I : pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat.
B. Bab II : Kajian/ Tinjauan Pustaka yang berisi uraian tentang kajian teori/ pustaka yang berkesesuaian dengan permasalahan yang dikaji. Juga kajian teori yang berkaitan dengan macam tindakan yang akan dilakukan, proses tindakan, ketepatan dan kesesuaian tindakan dengan tujuan yang diharapkan terjadi dengan adanya tindakan tersebut.
C. Bab III Metode penelitian yang menjelaskan tentang prosedur penelitian (terutama prosedur diagnosis masalah, penjelasan rinci tentang perencanaan dan pelaksanaan tindakan, prosedur observasi dan evaluasi ,prosedur refleksi, serta hasil penelitian).
D. Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan serta mengemukakan gambaran tentang pelaksanaan tindakan, dimulai dari setting atau pengaturas siswa, penjelasan umum jalannya pembelajaran diikuti penjelasan siklus demi siklus . Akhir dari bab ini adalah pembahasan, yaitu pendapat peneliti tentang bagaimana keunggulan pembahasan , yaitu pendapat peneliti tentang bagaimana keunggulan dan kelemahan dari tindakan serta kemungkinannya untuk diterapkan lagi untuk memperoleh gambaran model tindakan ini sebagai metode mengajar yang dipandang kreatif dan inovatif.
E. Bab V Simpulan dan saran
3. Bagian Penunjang : umumnya terdiri dari daftar pustaka dan lampiran. Lampiran utama yang harus disertakan :
A. Semua instrumen yang digunakan untuk mengukur proses pembelajaran yang berupa (a) isian lembar observasi, (b) isian pengamatan tentang aktivitas kelas (c) isian atau check list tentang aktivitas siswa.
B. Semua instrumen yang Telah diisi dan divalidasi yang dipergunakan untuk pengukuran hasil belajar, seperti test , angket, wawancara dll.
C. Semua dokumen yang memberikan bukti bahwa PTK tersebut telah dilakukan sesuai dengan rencana, antara lain : ijin kepala sekolah, daftar hadir siswa, catatan harian kegiatan, rancangan pembelajaran, bahan – bahan ajar, foto – foto kegiatan yang menginformasikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dll.
D. Semua dokumen yang membuktikan bahwa PTK telah diseminarkan di sekolahnya . Lampiran ini harus ada (a) berita acara seminar, (b) daftar hadir peserta , (c) keterangan dari kepala sekolah, (d) foto – foto, (e) makalah ringkasan/ power point.
Penyebab PTK ditolak :
1. Tidak jelas apa , bagaimana, dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan, juga tidak jelas bagaimana peran hasil evaluasi dan refleksi pada penentuan siklus – siklus berikutnya.
2. Berupa laporan pembelajaran yang biasa . tahapan dalam siklus sama dengan tahapan biasa. PTK bukan pembelajaran biasa tetapi merupakan proses mencoba dan menganalisis penggunaan metode baru yang diutamakan bukan hanya hasil tapi prosesnya.
3. Metode penelitian belum mengemukakan tahapan dan tindakan tiap siklus dan indikator keberhasilannya, pada laporan hasil dan pembahasan belum melaporkan data lengkap tiap siklus, perubahan yang terjadi pada siswa atau lampiran – lampiran belum lengkap.
4. Tidak terdapat uraian tentang pelaksanaan tindakan dan perubahan yang terjadi pada setiap siklus.
5. Belum melampirkan secara lengkap berbagai macam dokumen yang mampu meyakinkan bahwa penelitian tersebut telah dilakukan sesuai dengan apa yang dilaporkan.
6. Tidak sesuai pedoman penulisan
7. KTI bukan buatan sendiri.

Daftar Pustaka :
Suhardjono, Suparno, Supriadi, Abdul Azis Husein (2013), Publikasi Ilmiah dalam
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Malang, Cakrawala Indonesia
Suhardjono, 24 Tanya Jawab PTK sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru,makalah,
Peningkatan kompetensi dan Profesional Guru, Maret 2014

Dipublikasi di motivasi | Tinggalkan komentar

TIPS UNTUK SEKOLAH (TK) YANG KURANG FINANSIAL AGAR TETAP EKSIS

TIPS UNTUK SEKOLAH (TK) YANG KURANG FINANSIAL AGAR TETAP EKSIS.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

TIPS UNTUK SEKOLAH (TK) YANG KURANG FINANSIAL AGAR TETAP EKSIS

TIPS UNTUK SEKOLAH (TK) YANG KURANG FINANSIAL AGAR TETAP EKSIS
Sekolah adalah lembaga tempat kegiatan belajar mengajar, dimana ada siswa yang belajar dan guru sebagai penyampai bahan ajar / pengajar. Sedangkan TK (Taman Kanak – Kanak) adalah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan anak usia dini (usia 4 tahun – 6 tahun). Tujuan dari pendidikan TK adalah : membantu anak didik mengembangkan berbagai potensinya baik pskhis maupun fisik yang meliputi Norma Agama, Sosial Emosi, Kognitif, Bahasa dan Fisik Motorik dan kemandirian.
Bila kita mencermati dengan seksama pengertian sekolah atau TK , maka dalam suatu proses pendidikan yang memegang sentral penting adalah Siswa dan guru, begitupun dalam tujuan pendidikan Taman Kanak Kanak. Sedangkan kelengkapan fasilitas/ saranan prasarana dan kesediaan finansial yang cukup adalah faktor penunjang untuk mengembangkan sekolah itu sendiri, dengan harapan bahwa semakain lengkap fasilitas atau dana maka suatu sekolah akan dapat memberikan yang terbaik dalam pelayanan pendidikannya.
Yang jadi masalah , lalu bagaimana dengan sekolah –sekolah (TK) yang ada dipinggiran yang notabene dalam hal dana ataupun fasilitas sangat minim, apakah tidak bisa berkembang dengan baik ? atau tidak bisa memberikan layanan pendidikan yang baik?.
Sebelum penulis jawab, marilah kita kembali kedalam pengertian dan tujuan pendidikan TK, dimana tertulis bahwa pendidikan TK adalah pendidikan yang diberikan pada anak usia dini dengan rentang umur 4 tahun – 6 tahun dan tujuannya untuk membantu mengembangkan berbagai potensi baik psikhis ataupun fisik yang semuanya terangkum dalam bidang pengembangan Nilai Agama Moral, Sosial Emosi, Kognitif, Bahasa dan Fisik Motorik. Kalau kita berpijak dari tujuan pendidikan TK maka penulis bisa pastikan “BISA” untuk berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang memadai (baik) dan tidak kalah dengan sekolah (TK) elite yang lebih lengkap fasilitasnya.
Menurut kajian penulis untuk menjadi sekolah (TK ) yang besar dalam arti dapat menghasilkan output yang berkualitas, dapat memberikan layanan pendidikan yang baik, dapat memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yang potensial semuanya dimulai dari adanya guru yang kreatif, dan disini penulis akan memberikan tips agar semua guru yang kebetulan mempunyai keterbatasan dalam fasilitas ataupun finansial juga dapat bersaing positif dengan sekolah – sekolah yang besar.
1. Kreatif
Guru TK dituntut untuk kreatif dalam segala hal, dan sekarang sudah tidak zamannya lagi guru TK hanya terpaku pada APE produksi pabrik, Guru TK harus pandai memanfaatkan (sampah kering) barang – barang bekas (limbah) untuk didaur ulang menjadi alat peraga edukatif (APE) yang indah (mempunyai nilai seni), yang bermanfaat dalam menunjang KBM (tidak hanya sekedar sebagai hiasan dinding/ gantungan), dan yang tidak membahayakan (aman). Selain itu Guru juga bisa memanfattkan lingkungan sekolahnya sebagai sumber belajar yang potensial, untuk menjadi kreatif kita tidak perlu takut kotor, anak – anak bisa diajak membuat pupuk kompos sendiri (memanfaatkan sampah basah) , atau dalam bidang pengembangan kognitif anak – anak bisa disuruh membilang / menghitung ada berapa daun jambu/ mangga yang berwarna kuning (selain anak latihan membilang anak juga mencintai lingkungan dengan memungut daun – daun kuning / kering). Atau yang lebih sip lagi apabila kita ajak anak langsung belajar dengan alam (bukankah di kota – kota besarpun sekarang sedang trend sekolah alam ).

2. Religi (Moral Agama)
Tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang sedang gencar- gencarnya “Character Building”, bahkan dalam kurikulumpun nilai karakter harus dimasukkan, dan apabila kita bicara karakter pasti tidak bisa lepas dari nilai agama dan moral. Melihat fenomena saat ini dimana ritme kerja para orang tua yang begitu luar biasa padatnya maka kadang – kadang orang tua lalai atau lupa mengajarkan nilai agama dan moral agama pada anak ketika di rumah , akhirnya untuk mengisi kekosongan ini para orang tua berbondong – bondong akan mencari sekolah yang mempunyai keunggulan di bidang religi, orang tua mengharapkan sekolah dapat menggantikan peran orang tua untuk dapat membekali putra putrinya dengan nilai – nilai religi , maka guru kreatif hendaknya peka menangkap fenomena ini.

3. Prestasi
Prestasi akan didapat apabila sekolah (anak/guru) mengikuti suatu lomba, dan anak – anak yang sekolahnya memiliki keterbatasan dalam finansial justru memiliki semangat juang yang luar biasa. Anak – anak sangat tangguh dalam kekuatan fisiknya, dan guru wajib untuk memberikan wadah pada mereka. Ikut sertakan anak- anak dalam lomba – lomba yang diselenggarakan baik tingkat gugus , kecamatan atau kabupaten/ Kota , bisa dalam rangka HAN, Porseni atau event – event lainnya. Begitupula dengan gurunya harus ikut berperan aktif dalam setiap kegiatan baik tingkat KKG, Gugus ataupun IGTKI, sering sharing dan tidak malas untuk membaca atau mengikuti workshop untuk menambah pengetahuan kalau perlu membuka internet ( walaupun guru TK tetap tidak boleh gaptek lho).

4. Relasi
Guru TK harus pandai menjalin relasi dari kalangan manapun baik pemerintah , Alumni ataupun hanya sekedar tukang kayu atau tukang jahit. Dengan Pemerintah harus terjalin dengan harmonis untuk dapat informasi adanya bantuan baik BOP, Blockgrand, Penguatan atau lainnya. Sedangkan dengan alumni bisa kita minta peran sertanya saat ada perayaan di sekolah baik acara perpisahaan atau HUT TK , alumni yang mempunyai prestasi bisa kita kenalkan selain dapat memberikan kebanggan sekolah juga bisa sebagai pesan sponsor gratis (promosi). Sedangkan tukang kayu (mebel), ibu guru bisa meminta dengan gratis serbuk gergaji kayu , atau mungkin sisa kayu yang tidak terpakai untuk dijadikan balok, atau tukang jahit bisa meminta sisa perca – perca kainnya , dan masih banyak lagi ibu guru bisa menambahkannya sendiri.

5. Kekeluargaan
Untuk TK yang kurang dalam finansial biasanya hubungan kekeluargaan antara guru dan wali muridnya sangat dekat, sehingga dengan keakraban ini guru dan orang tua wali murid dapat bersama – sama saling terbuka untuk membangun anak yang tidak hanya pandai dalam akademik saja tetapi juga dalam menanamkan akhlak yang mulia. Guru dan orang tua dapat sharing dengan tanpa merasa takut, dan dapat bersama – sama mencari solusi bila ada masalah dengan anak – anak. Bila ada kegiatan orang tua lebih kelihatan sikap gotong royongnya untuk ikut mensukseskannya. Dan ini aset yang dapat dimanfaatkan , misalnya disela – sela orang tua menunggu putranya , ibu guru bisa libatkan untuk ikut membuat alat peraga atau membuat pajangan dari barang bekas.

6. Tulus dan Ikhlas
Yang tak kalah penting dari semuanya adalah perasaan tulus dan ikhlas dari ibu guru – ibu guru yang sekolahnya kurang dalam finansial, umumnya beliau – beliau ini tidak terlalu “MATRE” dalam arti tidak mengukur semuanya dari uang, kadang – kadang bahkan ibu gurupun rela berkorban demi kelancaran suatu kegiatan. Bila ibu guru di sekolah – sekolah unggulan karena sudah didesain oleh kondisi yang salah, bahwa pulang sekolah , orang tua wali murid lalu minta anaknya untuk les, dengan segera ibu guru akan menunaikan tugas sambilannya memberi les privat/group pada anak didiknya, sehingga kadang terbawa dalam pembelajaran di kelas perhatian/ sikap guru akan “lebih “ pada anak murid yang les padanya, dan tentu saja ini bisa membuat anak – anak yang lain (yang tidak les) menjadi merasa tidak nyaman. Guru tidak lagi bersifat obyektif (maaf tidak semuanya lho, ini sebagaian dari yang pernah penulis amati).
Semoga tips dari penulis dapat sedikit memberi semangat pada ibu guru – ibu guru yang sekolahnya kebetulan tidak masuk dalam kategori sekolah “Unggulan” , percayalah tidak ada pekerjaan yang sia- sia, kita harus selalu semangat ingatlah pepatah “Tidak ada rotan, akarpun jadi”. Keterbatasan bukanlah kendala yang berarti untuk bisa berprestasi, bila kita mempunyai kreatifitas yang tinggi, keterbatasan justru akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk belajar dan menemukan hal – hal yang baru, yang mungkin belum bahkan tidak pernah terpikirkan oleh beliau – beliau yang mempunyai posisi “AMAN dan NYAMAN”. Sekali lagi untuk teman – teman guru semuanya marilah kita bergandeng tangan untuk memajukan pendidikan anak usia dini agar kita kelak dapat menciptakan generasi bangsa yang tangguh dalam segala hal. Salam hangat dan Semangat !!!

Dipublikasi di Kegiatan di TK | Tinggalkan komentar

my daughter is my inspiration

my daughter is my inspiration

Gambar | Posted on by | Tinggalkan komentar

My daughter is my inspiration

My daughter is my inspiration

Gambar | Posted on by | Tinggalkan komentar

My Daughter is my inspiration

my daughterMy Daughter is my inspiration

Gambar | Posted on by | Tinggalkan komentar

Ketika Cinta Harus Menunggu Episode 2

2 Slowly ….I Will Forget you
Delapan bulan sudah Ratih meninggalkan kota Bandung. Meninggalkan orang – orang terdekatnya, orang – orang yang menyayanginya, dan satu makhluk Tuhan yang paling sexy yang telah mengubah Ratih menjadi pribadi yang kokoh dan mandiri yaitu Danang.

Selamat tinggal kota Bandung, selamat tinggal Anton, Wita, Ido.. dan mas Danang sayang…………….., biarlah kenangan bersama kalian kan kujadikan lukisan hati yang tiada tergantikan.

Lembaran baru telah dibuka Ratih. Dia mulai menjalani profesi barunya sebagai guru taman kanak – kanak. Profesi yang sangat menyenangkan, karena setiap hari bertemu dengan peri – peri kecil yang lucu – lucu .

Profesi yang sangat dinikmati oleh Ratih, amat sangat bahkan, sampai – sampai dia selalu ingin memberikan kejutan kejutan baru untuk murid – muridnya, dan tak ayal Ratih seakan jadi idola baru bagi mereka, peri –peri kecil yang senantiasa menyukai gaya mengajarnya maupun kepekaanya terhadap anak – anak mungil itu. Sehingga tidak hanya anak – anak yang menyayangi Ratih bahkan orang tua wali muridpun begitu mengidolakan Ratih.

Pagi itu Ratih berangkat ke sekolah dan seperti biasanya dia harus naik angkot jurusan darmo permai. Entah kenapa pagi itu angkutan kota seakan tak bersahabat ,selalu penuh, Ratih mulai kwatir ketika melihat jam dipergelangan tangan kanannya sudah menunjukan angka 07.00, biasanya dia sudah sampai sekolah dan sudah berdiri di depan pintu gerbang sekolah untuk menyambut murid – muridnya yang datang. Tapi….., Hu…Ratih mengeluh sedih dan khawatir, akhirnya dia memutuskan untuk naik taksi saja, tapi belum sempat tangannya melambai memanggil taksi, tiba – tiba ada mobil xenia hitam yang sudah berhenti di depannya. Kaca mobil terbuka dan kepala mungil Raditya muncul sambil berteriak girang.

“Morning bu gulu bareng adit yah “, ajaknya gembira.

“Loh mas Adit diantar siapa ?”, jawab bu guru Ratih

“diantal om bu, kata om bu gulu boleh ikut”. Jawab Adit gembira dengan suara cadelnya, terdengar lucu

Ratih sedikit bingung, ketika akhirnya seorang pemuda berperawakan tegap dengan sopan mempersilahkan masuk .

“silahkan bu, nanti terlambat loh”.

Untuk sesaat Ratih bimbang, sampai tangan mungil terjulur mengajaknya masuk.

Ratih terpaku diam, kikuk di dalam mobil.
“ Bu gulu…, rumahnya mana ? tanya Adit kembali, memecah keheningan didalam mobil

“ Pakis, mas Adit pernah ke pakis ?, Ratih sudah mulai bisa menguasai situasi

Raditya menggelengkan kepalanya yang mungil. Pemuda tegap disebelah Adit yang namanya Om Aris, tersenyum, membelai kepala mungil Adit.

“Mau main ke rumah bu guru yah, ntar om antar deh:.

“ mau..mau.., boleh kan bu ?”.
Ratih mengangguk tak pasti, dia hanya mampu tersenyum kecut. Basa basinya ternyata malah senjata makan tuan. Hu…..

15 menit terasa sangat lama bagi Ratih, akhirnya sampai juga di sekolah. Ratih dengan gesit segera beringsut untuk turun. Lalu dibukanya pintu depan mengajak Raditya turun.

“ Terima kasih mas Aris “.

“ Sama – sama , kapan – kapan boleh yah ngantar Adit main ke rumah ?, tanya Aris sopan.
Ratih tak menjawab hanya tersenyum sambil berlalu dengan menggandeng tangan mungil Adit.

Beberapa pasang mata guru TK temannya melihat Ratih dengan beribu pertanyaan yang menuntut jawaban. Ratih pura – pura gak peduli.
Dengan langkah super dipercepat dia langsung masuk kelas, menyimpan handbagnya, dan terus keluar berbaur menemani murid nya bermain di halaman sekolah. Yah TK tempat bu guru Ratih mengajar memang masuknya jam 7.30.

Siang itu terasa terik, panasnya sangat menusuk kulit, sampai – sampai Ratih harus mengenakan jaket dan payung ketika berjalan menyusuri gang kecil menuju rumahnya.

Bukan sok cantik, tapi memang Ratih ingin menjaga kesehatannya dengan tidak membiarkan matahari membakar kulitnya.
Sampai rumah, seperti biasa sepi. Ayahnya masih kerja pulangnya bisa dipastikan sore hari sekitar pukul 15.00. Begitupula dengan kakaknya , nanti sore baru pulang dari kerja. Sedangkan ibunya kelihatan sedang mandi, memang sudah menjadi kebiasaan bagi ibu kalau mau sholat selalu mandi dulu, supaya tenang dalam menjalankan ibadah sholat, itu alasannya.

Ratih langsung masuk kamar, mencoba untuk rebahan sebentar. Udara panas di jalan ternyata mampu membuat kepala Ratih sedikit pusing. Biasanya kalau sudah diistirahatkan sebentar, pasti pusingnya akan hilang.
Pukul 16.15 menit Ratih terbangun dari tidurnya, itu juga karena ibu terus mengetuk – ngetuk pintu kamarnya. Rasa pening dikepala sudah agak redah, Ratih menggeliat sebentar untuk mengendorkan syaraf – syaraf yang kaku. Dilihatnya jam dinding. O…o sudah setengah lima, bergegas Ratih meraih handuk dan menuju kamar mandi .

Ratih sedang asyik membaca tabloid wanita yang telah memuat hasil tulisannya , sebuah cerita pendek, ketika ada salam dari luar
“ Asalamu alaikum……”.

“Wa alaikum salam,”, jawab Ratih sambil menyeret sandalnya menuju ke pintu.

Ketika pintu dibuka, deg……………….jantung Ratih seakan mau copot, begitu tahu siapa tamunya petang itu. Dengan perasaan tak percaya, Ratih diam mematung,

“Selamat malam ……..gak boleh masuk nih “, kata tamunnya

“ Malam….., silahkan masuk “, Ratih mempersilahkan tamunya masuk dengan perasaan masih tidak percaya.

Tamu yang ternyata Aris , yaitu omnya Raditya muridnya, yang tadi pagi ngantar sekolah, kenapa malam ini bisa sampai disini yah.
Setelah speechless agak lama, akhirnya cair juga suasana malam itu, ternyata om Aris orangnya enak diajak bicara, pengetahuannya luas, sehingga pembicaraan malam itu terasa menyenangkan.

Tidak tahu dimulai darimana, kebiasaan om Aris, selalu setiap akhir pekan bertandang ke rumah bu guru Ratih sekarang, dan anehnya Ratih juga tak mampu menolak kehadiran pemuda tegap itu, bahkan kadang Ratih suka berharap lebih, seandainya diajak keluar , pasti akan lebih menyenangkan. “Ih…apaan tuh “, Ratih geli sendiri dengan pikiran nakalnya.

Seperti malam minggu kesembilan dibulan Februari ini, berarti sudah dua bulan lebih satu minggu Om Aris disiplin menemani malam minggu Ratih.
Hemz… Malam itu baru pukul 19.00 ketika Aris datang ke rumahnya,

Ratih sudah kelihatan rapi, seakan dia tahu kalau Aris mau datang. (GR). He……………………Ratih malu sendiri. Ketika tahu ada mobil parkir di halaman rumah, bener kan.

Ratih pura – pura baca majalah wanita yang tadi dia pinjam dari bu Tutik, teman guru satu sekolah. Ada ketukan pelan ..dan suara salam dari luar. Ratih bergegas menuju handle pintu, dibukanya pelan sambil membalas salam
“waalaikum salam.., eh mas Aris, silahkan masuk “, ratih sedikit berbasa basi.

“ Mengganggu tidak…?”, tanya Aris , seakan mau mempermainkan perasaan Ratih.

Ratih hanya menggeleng pelan, sambil menggeser tubuhnya agar Aris bisa masuk kedalam rumah.

“ Oh nak Aris……”, tiba- tiba ibu keluar dari kamar tengah
“ Selamat malam bu “, jawab Aris sopan sambil mengulurkan tangan, bersalaman.
‘ Silahkan ngobrol yah, ibu mau ke rumah bawah, adik ibu sakit “, pamit Ibu ramah
“monggo….”, Aris memang pemuda yang santun, dan itu salah satu yang membuat Ratih dan keluarga besarnya sangat menyukai, selain masa depannya yang sudah jelas, sebagai perwira polisi menengah , juga budi bahasanya .
“ Siapa yang sakit dik..”, tanya Aris
“ Om Bari adik ibu yang bungsu, rumahnya di pakis bawah”. Ratih menjelaskan
“ Kamu gak mau nengok ?”, Aris bertanya lagi
Ratih belum sempat menjawab, Aris sudah menyambung lagi
“ daripada bengong di rumah , kita susul ibu yoh, nengok keluarga yang sakit kan kewajiban “.
Ratih mengangguk pelan. Dia berdiri masuk kedalam , mencari kakaknya, berpamitan mau keluar bersama Aris.

Di rumah Om Bari ternyata ramai`sekali, banyak saudara yang berkumpul. Aris tidak canggung sama sekali, dia dengan santainya bisa berbaur dengan apik, tidak berlebihan.

Diam – diam Ratih merasa bangga bisa mengenal Aris. Sekedar bangga.
“ Mas Aris pacar mbak Ratih yah “ tiba – tiba Hengky sepupu Ratih, anak om Bari, yang masih sekolah di SMA kelas dua bertanya dengan lancangnya. Dan serentak saudara – saudara Ratih semua menoleh menatap Aris, menunggu jawaban, Aris menatap Ratih lembut, Ratih membuang muka, pura – pura sibuk mengganti chanel TV.
Tiba – tiba Aris mengangguk pelan, sambil menepuk bahu Hengky yang duduk disebelahnya
“Do’ain yah”. Jawab Aris menegaskan
Semua yang hadir di ruangan tengah itu lalu serta merta menjerit kegirangan ‘ Asyik…….”,
sompret runtuk Ratih dalam hati dengan menahan malu, walaupun sebetrulnya hatinya juga kegirangan , paling enggak jawaban Aris tadi sudah membuat semua keluarga legah, untuk kelanjutannya lihat saja nanti,.
Sejak kejadian malam itu, entah kenapa hubungan Ratih dan Aris semakin dekat.

Tanpa pernah ada prosesi pernyatan cinta dari Aris, dan Ratih sendiri tidak pernah mempermasalahkannya.Hubungan mereka mengalir begitu saja, tidak dibuat – buat dan tidak direkayasa.

Aris sangat bersyukur bisa dekat dengan Ratih, begitu pula dengan Ratih. Keduanya begitu saling membutuhkan, saling mendukung dan saling menyayangi.

Hingga pada suatu hari, Ratih mendapat tugas dari Dinas pendidikan kota untuk mengikuti workshop tentang pendidikan karakter anak usia dini di Sun hotel di dalam komplek Sun City Sidoarjo.

Ratih tidak naik travel seperti biasanya apabila harus mengikuti workshop ke luar kota, kali ini Aris ingin mengantar sendiri, yah kota sidoarjo kan dekat dengan Surabaya.

Sampai Sun hotel masih pukul 10..00, padahal peserta chekin baru nanti pukul 12.00, masih ada waktu dua jam untuk istirahat, tetapi Aris gak bisa menemani karena ada tugas di POLDA.

Ratih memahami kesibukan Aris. Sambil menunggu peserta lainnya datang , Ratih menunggu di lobby untuk sekedar melepas kepenatan, diambilnya majalah diatas meja, dibukanya satu persatu halaman, mencari artikel yang bagus.
Belum selesai membuka halaman , tiba – tiba ada seseorang yang menjejeri duduknya.
“permisi yah mbak “, dia berbasa basi minta ijin, sebtulnya gak perlu juga sih, ini kan fasilitas umum, tapi untuk sopam santun sebagai orang timur, bolehlah.
“ ea..silahkan”, jawab Ratih sambil mengangkat mukanya beralih ke orang sebelahnya.

Secara refleks tanpa dikomando otak, kerja jantung Ratih lebih cepat detaknya, setelah tahu siapa orang yang barusan duduk disampingnya, tak kalah kaget dengan Ratih, orang yang tadi dengan tiba – tiba mendaratkan pantatnya disamping Ratih itu lebih kaget lagi.

Ekspresi yang ditampilkan sungguh luar biasa, melotot bahkan hampir copot bola mata itu dari tempatnya dan melongoh.
Belum sempat Ratih menata hatinya, orang tersebut sudah meraih tangannya dengan percaya diri yang kuat

’ Dik…Ratih kan ? alumni UPI dari surabaya ?”, tanyanya beruntun.
Ratih mengangguk pasti, karena dengan sesungguhnya diapun tak kalah percaya dirinya dengan orang tersebut, karena orang inilah yang dulu pernah menghiasi mimpi – mimpi indahnya, orang inilah yang dulu sering menari – nari dalam otaknya, yah dia adalah DANANG.

Danang menggenggam erat tangan Ratih, sampai Ratih merasa kesakitan. Dengan meringis menahan sakit ditariknya tangan mungilnya dari genggaman Danang.
“ mas saki…it”,
“ Oh maaf dik, gak bermaksud, tapi sungguh ini luar biasa, aku seneng bisa ketemu kamu lagi, apa kabar ?, tambah cantik, tambah anggun, aku kangen dik “, Danang nyerocos tanpa punya rasa malu dan sungkan sama sekali.
Ratih dibuat jengah dengan ulah Danang,
“baik mas kabarku, gimana kabar mas Danang sendiri, kelihatannya tambah makmur yah”, tanya ratih balik.

Danang tidak menjawab, dengan kesal dibanting badannya kesandaran sofa.
“ gara – gara kamu aku jadi begini”, Danang menjawab kekanak – kanakan. Asbun kata Ratih.
“ masih ada waktu 1 jam, kita keluar yok, ke KFC depan, lebih bebas kita cerita.. sambung Danang

Tanpa menunggu persetujuan Ratih, Danang segera menghampiri reseptionis dan entah apa yang dibicarakan Danang .
Dan dengan tangannya yang kekar, ditariknya Ratih . Dengan masih kebingungan Ratih terpaksa mengikuti langkah panjang Danang.

Di KFC mereka duduk berhadapan, sambil menikmati makanan, Ratih dengan berani menatap lurus muka Danang, Hemz………….agak kurus tapi masih ganteng, sedikit rapi, yah maklum kan sudah jadi pak guru sekarang dan raut wajahnya sedikit muram .
Beda dengan Danang, ketika dia menilai Ratih,

“gadis mungil ini masih ayu, kelihatan makin smart dengan rambut sebahunya, dan dengan polesan make up tipisnya kelihatan lebih anggun ditambah kacamata’.

Danang senyum sendiri ketika dia ingat kenangan waktu di Bandung, waktu itu Danang yang nasrani mengantar Ratih untuk sholat terawih di masjid Alfurqon, masjid kampus, dengan keusilannya dia sembunyikan sandal Ratih, Ratih kebingungan mencari sandalnya, satu persatu teman Ratih sudah pulang tinggal Anton yang setia menunggu dan membantu cari sandalnya, hasilnya nihil. Sampai akhirnya muncul si handsome Danang, pura – pura ikut membantu dan dia pula yang pertama menemukan sandal Ratih.

Anton yang tahu kelakuan Danang jadi marah, Danang tak peduli, Ratih saking gemesnya terus memukul badan Danang, dan Danangpun senang. Diakhir rasa gondoknya dia biarkan tangan Danang menggandengnya sampai tempat kost.

“ Kenapa mas kok senyum sendiri, aneh ?”, gerutu Ratih
“Ingat waktu kamu masih kecil dulu, pasti ingusnya kemana – mana ?,
“ Eh…sok tahu, aku kan cantik dari kecil”.
“Apa iya……, perasaan kok aku pernah lihat ada anak kecil gak pakai rok , manjat pohon, item dan ingusan”, Danang meledek

Ratih gak tahan digoda seperti itu, dengan serta merta dicubitnya tangan Danang, dan kesempatan itu tidak disia – siakan Danang, ditangkapnya tangan mungil Ratih.

Dan untuk beberapa saat mereka saling bergenggaman tangan, dan mereka membiarkan rasa mereka mengalir begitu saja tanpa batas, memerintah otak untuk kemudian memompa jantung untuk berdenyut lebih cepat. Ada rasa ngilu dan senang pada perasaan mereka masing – masing. Tapi Ratih cepat sadar, bahwa itu tidak boleh dilakukan, dengan lembut ditariknya tangan mungilnya dari genggaman tangan kekar Danang.

“ dik……aku sayang sama kamu, terus tanpa batas waktu, tapi kenapa kamu lari dari aku “.
Ratih tidak menjawab hanya memandang sayu Danang.
“kamu sudah menikah? Atau tunangan mungkin ?’,
Ratih menggeleng pelan,
” belum mas, aku masih senang sendiri, aku sebetulnya menunggu keajaiban ini, apa kamu gak ngerti isi hatiku, aku terlalu sayang sama kamu “ Jerit Ratih dalam hati.
“Mas Danang mungkin yang sudah menikah atau tunangan yah “, balik Ratih bertanya.
Danang diam tak menjawab, dia lihat pergelangan tangannya sudah pukul 11.58. Tiba – tiba dia berdiri ke kasir, dan menarik tangan Ratih untuk pergi.
“Ayo kembali sudah hampir jam dua belas nih”.

Setelah kejadian siang itu Ratih belum bertemu lagi dengan Danang, maklum beda tujuan. Ratih mengikuti workshop pendidikan karakter untuk anak TK, kalau Danang ada sosialisasi BOP untuk pendidikan khusus.

Danang hanya mengirim pesan singkat lewat HP, dan Ratih belum sempat membalas karena gak ada waktu, habis materinya padat banget,
Sampai esok harinya, ketika Ratih mau makan pagi dan rencananya habis makan pagi mau langsung masuk ruang kelas , daripada bolak – balik ke kamar, makan waktu.

Lift terbuka …setelah dipencet., Ratih masuk, rupanya sudah ada orang didalam………dan deg. Jantung Ratih rasa mau berhenti ketika tahu yang ada didalam adalah Danang.

Dengan gesit tangan Danang menarik Ratih untuk segera masuk. Untuk sesaat mereka diam, akhirnya Danang yang membuka pembicaraan dulu
“ Dik sms ku kok gak dibalas, sibuk banget yah “.
“Enggak juga mas, rencana mau dibalas ej sudah ketemu”, jawab Ratih enteng sambil tersenyum manis, menggoda, membuat Danang jadi gemes.
“ Sarapan di resto yah “, ajak Danang
“Loh .” belum selesai Ratih menjawab, kebiasaan danang menggeret tangan Ratih sudah kambuh lagi
“ Ayo..gak apa, yang penting jam 7.30 sudah siap ditempat kan, masih ada waktu 1 jam, lumayan kan “.

Karena Ratih tak ingin ribut akhirnya ia mau saja seperti kerbau dicocok hidungnya. Tapi yang sebenar – benarnya , mungkin ini juga yang dimau Ratih.
Ratih dan Danang lebih banyak cerita , daripada menikmati santapan paginya. Danang seperti orang yang kesurupan, dia rasanya sayang kalau harus melewatkan pandangannya walau hanya 1 detik, dan ini membuat Ratih salah tingkah.
“ Mas….terus yah, kalau kamu terusan ngliatin , aku pergi loh”, ancam Ratih . Merajuk
“ Yah………enggak, enggak, jangan gitu toh, aku hanya nggak nyangka bisa ketemu pujaan hatiku 5 tahun yang lalu, itu saja “.
“ wis mas………ngomong lainnya, gimana skarang statusnya?”. Serang Ratih
Danang gak langsung jawab. Dia agak termenung , bingung dan kacau.
“Mas…….., kalau keberatan gak usah dijawab yah “, pelan suara Ratih menenangkan Danang.

Dan justru sikap Ratih yang selalu peduli inilah yang membuat Danang tak bisa melepaskan bayangan Ratih walau 5 tahun sudah lewat.
Sungguh sangat berbeda dengan Ety pacarnya yang satu profesi dan satu sekolah dengannya, anaknya keras, cemburuan, dan yang paling membuat Danang menderita adalah sifat posesif Ety, pernah 5 bulan yang lalu, Danang memutuskan hubungan mereka, tetapi Ety mengancam akan bunuh diri, dan itu membuat Danang harus berpikir ulang untuk memutuskan cewek kekanak – kanakan yang mau menang sendiri itu.
Dan ini tentu sangat beda dengan Ratih pujaan hatinya, anaknya dewasa, lemah lembut, perhatian dan smart, walau kadang sedikit manja. Rasa nyaman kalo sudah dekat dengannya, tanpa harus melakukan apa – apa.

“Mas….., ngelamun atau mikir nih “, Ratih membuyarkan lamunan Danang.
Danang tersenyum malu, lalu menggoda Ratih
. “ bodohnya aku, orangnya ada didepan mata kok, knapa mesti tak lamunkan, oh ini gara – gara perasaan cinta yang bertepuk sebelah tangan, jadi gak bunyi deh “.
Ratih jengkel dengan jawaban Danang, dicubitnya pinggang Danang dengan manja. Dan Danang kegirangan gak ketulungan.
Sungguh tingkah dua sejoli itu jadi benar – benar mirip ABG kasmaran.
“ Aku sayang kamu dik, terus…………..tanpa batas waktu, Ingat itu yah “, suara Danang pelan namun meyakinkan.

Ratih tak menggubris, dia lirik jam tangannya jarum menunjuk angka 7.10, Danang langsung berdiri menuju ke kasir. Mereka berjalan beriringan, sampai lobby hotel mereka berpisah .

Siang hari , waktu break Danang minta ketemuan, tapi Ratih gak bisa, ada tugas dari pemateri untuk membuat RKH (rencana kegiatan harian) yang bermuatan karakter. Yang jelas hari kedua benar – benar padat, sehingga membuat Ratih benar – benar lelah.
Malam hari ketika ada panggilan masuk dari hpnya, benar – benar gak terdengar. Ratih tertidur pulas. Danang jadi gondok, merasa diabaikan.
SMS gak dibalas, telepon gak dijawab. Dan sikap Ratih ini sungguh membuat Danang super penasaran.

Pagi hari , baru selesai Ratih sholat subuh, suara hpnya sudah menjerit – jerit minta diangkat. Dilihatnya di layar monitor Aris calling
“Ass mas…….”.
“Sudah sholat belum ?”
“Baru selesai, nih baru mau mandi, udahan dulu yah, ntar disambung lagi”.
“OK…eh bentar, kangen aku gak ?”,
Ratih tertawa geli, ni mas Aris kesurupan apa, kok jadi kekanak – kanakan sih, gak biasanya.
“ sudah yah mas.., tak tutp loh “, dan langsung Ratih menutup tanpa menunggu jawaban dari Aris.
Belum sempat Ratih menaruh hp. Tiba – tiba sudah berbunyi lagi. Ratih mengira Aris kembali menelepon, karena komplain sudah diputus tanpa persetujuan.
“Ada apa mas Aris…………….., mau mandi nih”.
Danang yang menelepon dan dipanggil dengan nama Aris, sedikit tersentak kaget.
ARIS, siapa dia ? pacar Ratih atau mungkin tunangan Ratih. Tiba – tiba ada yang berdesir dihati Danang, cemburu dan kecewa.
“Mas…………………”, Ratih memanggil
“Aku bukan Aris dik, Aku telepon cuma mau bilang selamat pagi “, jawab Danang dengan suara parau.tertahan di tenggorokan.
Ratih kaget. Begitu cerobohnya aku. Sesal Ratih dalam hati.
“ Oh maaf mas Danang, sudah bangun toh”, jawab Ratih asal – asalan
“Selesai sholat subuh, iseng mo bangunin dik Ratih eh malah……………”, jawab Danang menggantung, tanpa berniat menyelesaikan kalimatnya.
“Sholat subuh …?”, tanya Ratih terkejut. Bukankah mas Danang katolik , pikir Ratih tak habis pikir.
“Sudahlah….gak usah dipikirkan, aku tahu, pasti kamu mau tanya apa, yang jelas aku sudah jadi mualaf sejak 2 tahun yang lalu, gak usah tanya kenapa?,.
Ratih bersyukur bahkan hampir saja bersorak – sorak gembira, he………….
“ Selamat yah mas, Oh yah aku mau mandi nih, ntar disambung lagi yah”.
“Sebentar dik, aku Cuma mau bilang ini kan hari terakhir aku ikut sosialisasi BOP, ntar jam 11.00 penutupan dan langsung chekout, terus terang aku pengin ngomong penting nih, jadi makan paginya barengan yah, ditempat biasa “. Pinta Danang
“Waduh mas…, maaf sekali, kalau pagi ini sungguh gak bisa, coz kelompokku yang maju untuk presentasi, dan rencananya usai makan pagi kita kumpul dulu. Sory yah”.
“Kalo gitu selesai penutupan, aku tunggu di lobby, jam makan siang kita keluar yah, itu kalau kamu masih kasihan sama aku dik”, suara Danang terdengar lirih
Dan Ratih paling gak bisa membayangkan raut wajah orang tersayangnya ini sedih.
“OK mas, sampai jam 12 saat break makan siang, udah dulu yah”. Ratih menutup pembicaraan.

Ada rasa tak rela ketika tahu Danang akan selesai hari ini, sedangkan dia masih 1 hari lagi. Tetapi ada perasaan gembira ketika tahu Danang sudah jadi mualaf, dan sedikit rasa penasaran dengan apa yang disampaikan Danang tadi, bahwa ada pembicaraan penting yang harus disampaikan saat ini juga. Kira – kira pembicaraan apa yah.

Sedangkan Danang dikamarnya sedang resah gak karuan, banyak pertanyaan tentang nama Aris yang disebut Ratih tadi, siapakah Aris, bagaimana sosok Aris, Mengapa harus Aris, dan masih banyak lagi. Hemz………..pagi yang menegangkan.

Pagi itu bagi Danang dan Ratih adalah pagi yang sangat panjang, rasanya jarum jam sulit diajak kompromi untuk segera menunjuk ke angka 12. Mengikuti acata penutupan Danang tidak semangat, sekali – kali dia ikut tepuk tangan untuk sambutan dari kepala Dinas Pendidikan Propinsi, sebagai partisipasi saja, lebihnya , Danang banyak melamun.

Begitupun Ratih, bolak balik lihat jam tangannya, setelah debat sana sini, akhirnya yang ditunggu – tunggu datang juga, waktunya ISHOMA.

Ratih bergegas keluar, dia menolak ajakan temanya Ida dari Jombang untuk makan siang yang sudah disiapkan panitia. Dengan langkah bergegas dia menuju lobby, terlihat jelas pemuda jangkung yang memakai T shirt warna putih sedang asyik membolak balik koran. Ratih langsung menghampiri.
Ratih benar – benar tertegun, hmz mas Danang benar – benar ganteng, masih seperti yang dulu.
“Mas….”, panggil Ratih.
Danang tersenyum “ Sudah selesai?’, tanya Danang sambil berdiri.
Ratih mengangguk .
Mereka berjalan beriringan keluar menuju KFC , pesanan mereka masih sama seperti kemarin, bahkan tempat duduknya juga masih sama.
“Mau ngomong apa sih mas, kok sepertinya penting banget”. Ratih sudah gak sabar
“maaf sebelumnya kalau aku lancang, tapi aku percaya kamu pasti masih mempunyai perasaan yang sama dengan aku, walau sudah 5 tahun lewat , aku percaya kamu pasti masih memelihara rasa cinta itu. Begitupun dengan aku, bedanya kalau aku berani mengutarakan bahkan sejak 5 tahun yang lalu, kalau kamu lebih banyak menyimpan sendiri, terlalu banyak yang kamu pikirkan, apa gak sakit dik ?’,
Danang mulai berbicara tanpa ada titik koma, terus melajau seperti kereta .

“ Aku sudah berusaha meyakinkan, kamu selalu mengelak, bahkan setelah kamu lulus dari UPI, aku coba terus menghubungi kamu lewat udara tapi gak berhasil ,gak tahu nomermu ganti atau kamu sengaja menghindar, sampai aku datang ke surabaya, jawaban yang kuterima kamu nyusul kakakmu ke Irian, itu membuat aku terpukul, aku down”, suara Danang semakin lirih.

Ratih tak bisa menjawab, dia bingung mulai darimana untuk mengklarifikasi semua pernyataan Danang.
“Ok aku mau bicara sejujur – jujurnya , karena bagiku untuk memulai suatu hubungan apapun itu, kita harus jujur”.
Ratih tidak menjawab, dia hanya mampu menatap wajah sendu pemuda didepannya, menunggu kelanjutan ceritanya.

“ Sejak 1 tahun yang lalu, aku sudah menjalin hubungan dengan anak jogja, anak tunggal pengusaha ayam potong, dia teman mengajar , kami satu sekolah, aku tidak tahu kenapa aku bisa menjalin hubungan dengannya, yang aku tahu, aku sudah putus asa dengan nyanyian hatiku padamu yang tak kunjung bersambut, nama gadis itu Ety, sebetulnya kami sangat – sangat tidak cocok, disini aku yang banyak mengalah, karena aku toh sudah gak punya harapan apa- apa. Tetapi Tuhan masih sayang sama aku, sampai aku dipertemukan kamu lagi, apa ini jawaban dari doa – doaku, bahwa aku inginkan yang terbaik untuk hidupku “.

“Mas……, aku sungguh gak tahu masalahnya, tapi aku berusaha untuk mengerti kamu. Betapa sakitnya melalui hari – hari dengan orang yang tidak kamu sayang, tapi itu sudah terjadi, dan kamu tidak bisa hanya karena pertemuan kita lalu akan membuat suatu keputusan yang tidak fair. Anggap saja pertemuan kita ini obat dari kerinduan kita masing – masing, Semoga dengan obat ini bisa memotivasi kita untuk bisa jadi pribadi yang lebih baik, bagi siapapun yang ada disekitar kita’, Ratih berusaha menenangkan Danang
.
“Apa kamu sudah punya tunangan dik, jawab dengan jujur ?,
“belum mas, aku masih sendiri “.Jawab Ratih pasti.
Ratih berani menjawab dengan pasti karena memang dia belum terikat pertunangan dengan siapapun, sedangkan Aris hanya teman biasa yang mungkin frekuensi pertemuan dan kedekatannya luar biasa.
“Lalu siapa Aris yang kamu sebut tadi pagi?”, kejar Danang, ada perasaan lega disitu.
“Dia temanku, Oom dari muridku, yang kebetulan sering main ke rumah, sehingga hubungan kami cukup dekat”. Ratih menjelaskan.
“Lalu bagaimana persaanmu terhadap Aris ?’, danang masih mengejar, penasaran.
“Biasa lah, seperti dengan teman – teman yang lain “.
Tiba – tiba Danang dengan suka citanya langsung menggenggam tangan Ratih.
“Alhamdulillah, kamu tahu betapa leganya hatiku mendengar ini semua, percayaaalah dik aku akan selesaikan masalahku secepatnya, tunggu aku. Dan tolong jagalah cinta kita, aku percaya kamu bisa, aku sayang kamu, terlalu sayang bahkan, please, kamu mau janji kan “.

Ratih menarik tangannya pelan. Sebagai seorang guru, dia harus bisa menjaga sikap, dia bukan ABG yang bisa pegangan tangan disembarang tempat.

“Mas, tolong ……beri kesempatan padaku untuk memutuskan. Kalau perasaanku kamu sudah tahu jawabannya, tetapi disini kita tidak bicara hanya perasaan kita, tetapi ada orang lain yang juga berharap pada kita, pikirkan itu mas. Kita gak boleh egois dan kekanak –kanakan, kita harus fair terhadap semua perasaan yang terlibat disini, jadi janganlah membuat keputusan yang gegabah”.

Danang………benar – benar kagum dengan wawasan ratih, benar – benar dewasa dan matang.
Danang tersenyum sendiri…., memang dari dulu selalu satu langkah lebih kalah dengan Ratih dalam mengambil keputusan. Danang yang grusa grusu selalu bisa dinetraalisir oleh Ratih yang tenang.

Tiba – tiba Danang teringat kenangan ketika masih sama – sama menempuh kuliah di UPI dulu. Waktu itu Danang mendapat nilai E untuk mata kuliah SBM (Strategi Belajar Mengajar) dikarenakan dia tidak mengumpulkan tugas, karena harus pulang ke Malang .

Danang ditelepon Ratih untuk segera menyelasiakan tugasnya untuk perbaikan nilai, Danang tidak mau karena buku sumbernya terlalu sulit untuk dicari sehingga dia memutuskan untuk kontrak mata kuliah SBM semester depan, padahal semester depan itu semua mata kuliah sudah selesai tinggal skripsi, kalau harus mengulang SBM lalu kapan skripsinya, emang mau jadi mahasiswa abadi. Gerutu Ratih mangkel.

Dan tanpa sepengetahuan Danang, Ratih mengorbankan liburan semesternya untuk pulang ke surabaya, dia membantu Danang membuat tugas SBM untuk perbaikan nilai, lagipula Ratih yang sudah jadi asisten dosen itu juga harus membantu Pak Hery mengisi materi untuk mahasiswa PGSMP di Cibiru, jadi kalau memang gak pulang ke surabaya bukan karena berkorban untuk Danang semata melainkan juga karena ada pekerjaan tambahan.

Dan betapa kagetnya Danang ketika pulang dari malang , nilai SBM nya sudah berubah jadi C, berarti semester depan dia bisa benar – benar menyelesaikan skripsi. Dan dia tahu siapa yang telah membantunya, gadis ayu yang selama ini dia cintai diam –diam.

“Mas sudah jam 1 nih, aku balik yah, aku belum sholat juga, makasih atas petemuan ini dan selamat jalan, hati – hati “. Suara ratih membuyarkan lamuanan Danang.
“tapi dik, tunggu aku yah…, sungguh jaga perasaan kita, aku akan pulang, tapi aku akan datang lagi untuk kamu, jangan lupa aku sayang kamu tanpa batas waktu”.
Ratih dan Danang beriringan kembali masuk hotel, tanpa ada yang berbicara. Danang mengambil koper yang dititipkan ke Receptionis, bersalaman dengan Ratih dan pergi untuk pulang, kembali ke Malang.

Sedangkan Ratih dengan perasaan berat kembali ke kamar untuk sholat dhuhur.
Sepulang dari workshop di SUN Hotel Sidoarjo, sikap Ratih agak berubah, itu yang dirasakan Aris.

Ratih tidak sesemangat dulu ketika dia berkunjung ke rumah. Bahkan kalau boleh dibilang Aris merasa Ratih seakan menjaga jarak, ini membuat Aris Sedikit bingung. Sebetulnya Aris ingin bertanya tapi takut kalau menyinggung perasaan bu guru satu ini.

Entah mengapa Aris yang mulai merasa sayang pada gadis ini, rasanya ingin selalu melihatnya gembira, sehingga kadang Aris terlalu hati – hati untuk bersikap dan berucap.

Sungguh dia tidak mau kalau Ratih jadi tersinggung atau bahkan tidak menyukainya ketika dia salah sikap atau salah ucap. Aris sangat menjaga persaan Ratih.

Sedangkan Ratih semakin kebingungan menentukan sikap apalagi dengan SMS dari Danang yang setiap 1 jam menyapanya, belum lagi kalau Danag calling .Selalu walau hanya suara danang saja yang hadir tapi entah kenapa sanggup membuat jantung Ratih berdebar – debar, atau membuat panas dingin gak karuan.

Dilain pihak dia juga tidak mau menyakiti hati Aris . Baginya Aris terlalu baik untuk disakiti, walaupun berhubungan dengan Aris tidak menghadirkan debar – debar asmara, tapi dekat dengan Aris cukup membuatnya nyaman.
Lain lagi dengan Danang, semakin hari semakin giat bekerja, seakan dia hanya ingin mengisi hari – harinya dengan bekerja dan menelepon Ratih, sampai dia tak sadar kalau sikapnya itu membuat Ety marah, karena merasa diabaikan.

Danang seakan masa bodoh dengan sikap uring – uringan Ety, dan Danang tidak berusaha untuk menghiburnya apalagi memberi pengertian.
Danang benar – benar telah kembali menemukan dirinya, dia merasa lima tahun lebih muda dari usianya, dia seakan kembali seperti masih kuliah dulu. Ceria, penuh humor dan agak usil.

Gambaran danang yang pendiam dan muram sirna sudah. teman – teman Danang senang melihat Danang kembali jadi periang dan tidak tertekan.
Semangat Danang sudah kembali, dia lewati hari – hari dengan gembira, dan setiap hari selalu rajin menghafal hari, persis seperti anak TK yang lagi latihan menyanyi lagu nama – nama hari : senin selasa, rabu kamis, jumat sabtu minggu itu nama – nama hari.

Beda sekali dengan lagu Danang, walau judulnya sama – sama nama hari : senin selasa, rabu kamis, jumat sabtu minggu, itu hari yang kutunggu. Ha……ha…..Danang memang paling bisa.

Yah sejak pertemuan Danang dengan ratih di Sun Hotel sidoarjo kemarin, agenda baru Danang adalah sabtu malam minggu dapat dipastikan meluncur ke Surabaya..
Ratih sendiri diusianya yang hampir menyentuh angka dua puluh lima merasakan semangat ABG, tiba – tiba dia merasakan rindu yang luar biasa pada Danang.

Dia menunggu dengan harap – harap cemas telepon dari danang. Terkadang bahkan pikiran nakalnya muncul, dia membayangkan genggaman hangat tangan danang, membayangkan senyuman maut danang, membayangkan tatapan mesra danang, ah………………..jatuh cinta memang bisa mengubah semuanya jadi luar biasa.
Hati yang sendu jadi gembira
Warna biru jadi merah
Langit mendung jadi cerah
Bunga yang layu merekah indah
o…………………………cinta

Dipublikasi di sastra | Tinggalkan komentar