PENANGANAN ANAK BERKELAINAN DENGAN PERILAKU INSECURE (PENAKUT)

Sebagai guru kita mungkin sering atau pernah menjumpai beberapa anak didik kita yang memiliki karakter seperti pencemas, penakut, perasaan rendah diri dan pemalu. Oleh para profesional perilaku-perilaku tersebut sering disebut sebagai jenis perilaku “neurotik” atau insecure (perasaan tidak aman).
Jika dialami secara serius, perasaan tersebut tentu dapat menghambat anak dalam berbagai hal. Contoh anak yang pemalu dan rendah diri mungkin tidak berani mengacungkan jari untuk menjawab pertanyaan guru meskipun dia tahu jawabannya.
Perilaku insecure pada anak dapat dicegah dengan mengasuh anak dalam cara-cara yang dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi, dan optimisme anak. Untuk itu orang tua dan guru serta pihak yang terkait dengan anak harus bekerja sama dan membantu anak untuk mengatasi perasaan-perasaan tadi.
Dalam hal ini penulis akan menyampaikan perilaku insecure yaitu tentang anak yang penakut. Hal-hal yang kami sampaikan yaitu tentang pengertian, karakteristik dan penanganannya. Semoga dengan adanya tulisan ini kita akan mampu membedakan dan menangani anak dengan perilaku insecure dalam hal ini anak penakut.

A. PENGERTIAN
Takut adalah emosi yang kuat dan tidak menyenangkan yang disebabkan oleh kesadaran atau antisipasi akan adanya suatu bahaya (Schaefer dan Millman, 1981) ketakutan yang tidak beralasan dan sangat kuat merupakan hasil dari keadaan panik.
Ketakutan yang khas pada masa kanak-kanan meliputi rasa takut terhadap gelap, takut ditinggalkan, takut terhadap suara keras, penyakit, hantu, binatang, orang asing dan situasi yang tidak dikenal. Ada 3 faktor yang diidentifikasi sebagai sumber ketakutan pada masa kanak-kanak (Schaefer dan Millman, 1981)
1. Luka fisik seperti racun, operasi, perang dan ketakutan untuk diculik.
2. Badai seperti kejadian-kejadian alam, huru-hara keadaan gelap, kematian (ketakutan ini menurun sejalan dengan bertambahnya usia)
3. Stres psikis seperti ujian yang dihadapi, kesalahan yang dilakukan, kejadian-kejadian sosial, sekolah dan kritik.
Sekurangnya 50% anak memiliki ketakutan umum erhadap anjing, situasi gelap, petir dan hantu. Ketakutan sangat umum terjadi pada usia 2-6 tahun. Antara 2-4 tahun ketakutan terhadap binatang, badai, situasi gelap, dan orang asing. Ketakutan ini akan berkurang pada usia 5 tahun dan hilang pada usia 9 tahun.

B. KARAKTERISTIK
Menurut Suran dan Rizzo (1979) ketakutan dapat membuat anak menghindari situasi kompetitif ketakutan juga dapat mengganggu hubungan anak dengan teman sebayanya.

C. PENANGANAN
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi ketakutan yang dialami anak didik kita (Schaefer dan Millman, 1981)
1. Bermain
Dengan bermain anak belajar bagaimana mengendalikan perasaan takutnya karena ketakutan dapat dikendalikan dalam situasi bermain. Contoh: anak yang takut dengan air dapat diajak untuk bermain air, karena dengan bermain air anak akan menjadi terbiasa dengan air
2. Menunjukkan Empati dan Dukungan
Perhatian dan penghargaan dapat meningkatkan rasa aman pada anak.
Cara yang sangat langsung menggambarkan empati adalah dengan memberikan anak kebebasan untuk berpikir dan merasa tentang apapun. Ketika anak mengekspresikan perasaan takutnya, kita seharusnya menerima ketakutan-ketakutan itu dan membantu anak.
3. Mengekspos situasi yang menakutkan kepada anak
Anak yang takut terhadap dokter dapat diajak untuk mengunjungi sebuah rumah sakit/puskesmas.
4. Menjadi model
Sebagai guru, kita akan menjadi model bagi anak didik kita. Anak belajar untuk tidak takut dari orang yang juga tidak takut dan mampu mengendalikan emosi.
Dengan demikian, anak memperoleh pemahaman lewat pengamatannya, bahwa apa yang mereka takuti sebenarnya merupakan sesuatu yang aman.
5. Memberi reward (penghargaan) terhadap keberanian
Kita harus sensitif terhadap kesiapan anak untuk berubah dan tumbuh menjadi lebih berani. Untuk itu kita harus memuji sekecil apapun setiap langkah keberanian yang dilakukan anak.

Dipublikasi di Kegiatan di TK | Tag , , | Tinggalkan komentar

Yuuk mengenal Kolase, Mozaik dan Montase pada pembelajaran di Taman Kanak – Kanak (TK)

Yuuk mengenal Kolase, Mozaik dan Montase pada pembelajaran di Taman Kanak – Kanak (TK)

Dalam kegiatan bidang pengembangan fisik motorik (kegiatan motorik halus) ada indikator yang menyebutkan : Membuat gambar dengan tehnik kolase dengan berbagai media (kertas, ampas kelapa, biji – bijian dan lain – lain). Membuat gambar dengan tehnik mozaik dengan berbagai bentuk (lingkaran, segitiga dan lain – lain) dan Membuat gambar dengan tehnik Montase dengan berbagai gambar (kertas, koran, kain perca dan lain lain).
Tetapi kenyatan dilapangan masih banyak ibu guru TK ataupun bunda paud yang merasa kesulitan untuk membedakan antara kolase, mozaik maupun montase, sehingga kadang untuk kegiatan ini yang selalu diberikan pada anak selalu kegiatan kolase, kadang mozaik untuk montase amat sangat jarang bahkan tidak pernah diberikan. Sehingga ketika dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2014 salah satu macam kegiatan yang dilombakan untuk anak yaitu MONTASE membuat banyak guru TK (bunda PAUD) merasa kesulitan untuk melatih anak didiknya.
Maka dalam kesempatan ini penulis akan mengajak teman – teman guru TK untuk mengenal lebih dekat apa yang dinamakan kolase, mozaik dan montase.
A. KOLASE
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia KOLASE adalah Komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (kain, kertas, kayu) yang ditempelkan pada permukaan gambar (Depdiknas.2001,580). Dari definisi tersebut dapat diuraikan pengertian kolase, yaitu merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bahan yang bermacam-macam selama bahan dasar tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar lain yang akhirnya dapat menyatu menjadi karya yang utuh dan dapat mewakili ungkapan perasaan estetis orang yang membuatnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa bahan apapun yang dapat dirangkum (dikolaborasikan) sehingga menjadi karya senu rupa dua dimensi, dapat digolongkan / dijadikan bahan kolase. .
Kolase berasal dari bahasa Perancis, yaitu “Coller” yang berarti lem / tempel, jadi bisa dikatakan Kolase adalah sebuah teknik menempel unsur-unsur yang berbeda (bisa berupa kain, kertas, kayu, dll) ke dalam sebuah frame sehingga menghasilkan sebuah karya seni yang baru.
Secara umum kolase adalah teknik menggabung beberapa objek menjadi satu. Tidak hanya asal jadi, tapi objek – objek itu harus mampu bercerita untuk menciptakan kesan tertentu. Kolase merupakan perkembangan lebih lanjut dari seni lukis. Hal ini akan menimbulkan kesan yang berbeda dari penikmat seni / audience ketika mengapresiasi karya kolase, karena disodori keunikan yang ditimbulkan oleh penyusunan material-material yang berbeda di dalam sebuah frame karya seni, hal yang tidak dapat dijumpai dari seni lukis .
B. MOZAIK
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan ditempelkan dengan perekat (Depdiknas 2001,756).
Dari definisi mozaik tersebut dapat diuraikan pengertiannya, yaitu pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan material dipotong-potong atau sudah berbentuk potongan kemudian disusun dengan ditempelkan pada bidang datar dengan cara di lem. Kepingan benda-benda itu, antara lain; kepingan pecahan keramik, potongan kaca, potongan kertas, potongan daun, potongan kayu. Tetapi untuk sebuah tema gambar menggunakan satu jenis material, misalnya kalau menggunakan kaca maka dalam satu tema gambar tersebut menggunakan pecahan kaca semua, hanya berbeda-beda warnanya baik warna alam maupun warna buatan.

C. MONTASE
Pengertian Montase, menurut kamus besar Bahasa Indonesia, adalah: Komposisi gambar yang dihasilkan dari percampuran unsur dari beberapa sumber (Depdiknas 2001, 754).
Pada perkembangannya montase yang semula terbatas pada karya dua dimensi sekarang telah merambah kepada karya tiga dimensi. Karya montase ini juga kurang dikenal oleh kalangan umum, karena bentuk karyanya masih mempunyai kemiripan dengan seni lukis, seni kriya, seni patung. Sehingga jenis karya ini dianggap sebagai salah satu dari jenis karya tersebut

Sedangkan fungsi dari Kolase, Mozaik dan Montase adalah :
1. Fungsi praktis , yaitu fungsi pada benda sehari – hari, karya tersebut dapat digunakan sebagai bahan dekorasi.
2. Fungsi edukatif ,yaitu dapat membantu mengembangkan daya pikir, daya serap, emosi, estetika, dan kreativitas
3. Fungsi ekspresi, yaitu dengan menggunakan berbagai bahan dan tekstur dapat membantu melejitkan ekspresi.
4. Fungsi psikhologis, yaitu dengan menuangkan ide, emosi yang menimbulkan rasa puas dan kesenangan sehingga dapat mengurangi beban psikhologis
5. Fungsi sosial, yaitu dapat menyediakan lapangan pekerjaan dengan banyaknya karya yang dimiliki diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan modal kreatifitas.
Contoh hasil karya anak “kolase” dari potongan/sobekan kertas

Contoh kolase dari benang wol

Contoh montase dari potongan gambar majalh bekas

Dipublikasi di Kegiatan di TK | Tinggalkan komentar

Elegi Rindu Seorang Ibu

Putri Kecilku
Kini usiamu sudah belasan tahun, putri kecilku telah menjelma menjadi gadis ayu
Seorang gadis yang mandiri dan tangguh, tetapi bagiku…
Kau tetap masih gadis kecilku…., yang selalu menangis dipelukan ibu
Disaat hatimu sedang luka, gelisah dan kecewa….bahkan ketika sedang marah tanpa arah
Putri kecilku
Masih teringat jelas …diingatan bunda
Betapa matamu yang kecil itu kau sembunyikan diantara telapak tanganmu yang mungil menutup muka, ketika bunda sedang marah
Kau tak berani melawan , hanya mampu menagis tersedu karena merasa bersalah telah mengecewakan bunda….
Ingatkah sayang ketika perayaan ulang tahun diusiamu yang kedua , banyak hadiah boneka yang kamu terima, dan bunda rawat dengan baik yang akhirnya ketika adik- adikmu lahir kamu wariskan pada mereka…..
Ingatkah sayang ketika kamu pergi les renang tanpa minta ijin bunda, sehingga membuat bunda didera rasa khawatir yang tiada berakhir, karena sampai sore kamu belum pulang juga
Ingatkah sayang..ketika kamu asyik bermain dengan temanmu sampai lupa harus les ngaji, padahal guru ngajimu sudah menunggumu dirumah dengan setia
Ingatkah sayang ketika kamu habiskan uang sakumu dan tak ada uang sisa untuk naik angkutan , langkah kaki kecilmu akhirnya dengan rela menyusuri jalan sekian kilometer dari sekolah sampai rumah, dan itu membuat bundamu cemas tak berbatas, menangis karena kamu tak kunjung tiba….
Ingatkah sayang ..ketika kamu pulang sekolah tapi tak langsung pulang malah asyiik berkumpul dengan temanmu untuk sekedar menikmati masa remajamu dengan makan diluar, padahal bunda telah memasak dirumah untukmu..
Ingatkah sayang..ketika setiap bulan bunda harus menyisihkan setiap rupiah untuk dapat memenuhi hobby membacamu dan dengan setia bunda selalu mendampingimu untuk mencari buku di salemba atau gramedia, dan buku – buku itupun sampai saat ini masih bunda simpan dengan rapi di meja belajarmu
Ingatkah sayang…. ketika kamu menerima honor menulis bunda yang pertama,saat itu bunda katakan ini hasil menulis bunda hadiahkan untukmu , dan dengan bangga kamu katakan “aku juga ingin jadi penulis” , aku ingin dapat uang dan kutabung dan akan kubuat untuk membeli laptop, dan akhirnya ketika ulang tahunmu yang ke 15 bunda beri hadiah laptop untukmu, kamu rajin menulis cerita…, puisi bahkan kamupun tak mau kalah, ikut – ikutan membuat blog untuk menampung kreativitas menulismu….
Ingatkah sayang …ketika kau menemukan cinta pertamamu, kamu bercerita dengan mata penuh cahaya , dan ketika cinta pertamamu hilang mata bercahaya itupun berubah menjadi lautan air mata, dan bunda dengan setia membasuh setiap tetesnya ……
Putri kecilku….
Dan kini salahkah bunda ketika hari ini harus menangis pilu…., menahan rindu,
Dan lautan airmata yang menetes dipipi tua ini tak ada yang membantu menyeka…..dan bunda biarkan..mengalir terus walau terasa mengaburkan pandangan mata
Bunda seakan menikmati setiap tetes air mata ini…..seiring denga doa yang selalu bunda panjatkan kepada yang Kuasa dan bunda seruhkan pada sekalian alam semesta……untuk kesehatanmu, untuk kesuksesanmu untuk kebahagiaanmu …dam umtuk hari – harimu …..semoga dapat kamu isi dengan keimanan, ketaatan , tanggung jawab dan kebaikan.
Putriku kecilku…..
Haruskah setiap hari bunda melinggkari tanggal dikalender, haruskah bunda setiap hari menghitung waktu, haruskah bunda setiap hari serasa bermimpi mendengar kamu bernyanyi dan mengaji…..ah betapa sakit rasa rindu ini….
Tapi bunda tak boleh cengeng dengan rasa rindu ini, bunda harus tegar….setegar putri kecilku dalam meraih mimpi, setegar putriku dalam mencapai cita – cita..
Karena untuk meraih kesuksesan memang harus berani berjuang, berjuang segalanya ……., harus berani berkorban dan bearani bekerja keras….
Rindu yang pilu
Medio 27 juli 2014

Dipublikasi di motivasi | Tinggalkan komentar

GARUDAKU….INDONESIAKU

GARUDAKU….INDONESIAKU

Garudaku…..Indonesiaku
Saat ini ibu pertiwi sedang menangis pilu…
Karena melihatmu tak segagah dulu
Karena melihatmu tak seperkasa dulu….
Karena anak bangsa tak lagi bangga pada garudaku Indonesiaku…..
Garudaku ……Indonesiaku
Akupun jadi jengah apabila tak bisa menjawab tanya
Dari saudara – saudara kita yang ada diluar sana
Ketika mereka kembali ke negeri Indonesia raya
Kenapa garuda indonesia telah berubah warna
Kenapa warnanya berubah menjadi merah menyalah
Kenapa tubuhnya berlumur darah menahan amarah
Kemana warna emas yang melekat ditubuhnya
Garudaku……Indonesiaku
Bagaimana kalau pertanyaan yang sama keluar juga dari anak cucu kita…..
Apakah boleh baju kebesaran garuda berganti warna…
Siapa yang telah mengganti warna emas yang jaya …..
Kenapa harus berganti warna menjadi merah menyala
Ah….inginnya nanti kuberitakan pada mereka semua
Bahwa warna Garuda telah dirubah oleh sang penguasa
Karena sang penguasa ingin kelihatan gagah…..
Karena sang penguasa ingin menjadi juara….
Karena sang penguasa ingin memimpin negeri kita……
Dengan menghalalkan segala cara….
Walau mungkin telah mencederai pahlawan bangsa
Walau mungkin telah keluar dari koridor yang seharusnya
Walau mungkin juga membuat dirimu, diriku dan diri kita semua menajdi terluka…..
Luka anak bangsa yang suatu saat akan menjadi bara
Bara yang nanti suatu saat akan menjadi kekuatan luar biasa
Kekuatan yang luar biasa yang menginginkan ditegakkan kembali demokrasi Pancasila
Garudaku…….Indonesiaku
Sungguh aku kasihan padamu, pada anak bangsa yang tak berani berbuat apa – apa
Untukmu….untuk kebesaran negara tercinta kita
Mereka semua seaakan bungkam ketika melihatmu tersandera oleh kepentingan sang penguasa
Garudaku …..Indonesiaku
Berbesar hatilah….terimalah…..dan makhlumilah…….ulah mereka
Inilah potret para anak bangsa yang telah meneriakan dengan keras …. garuda di dadaku….
Garuda kebanggaanku…….tetapi maksudnya bukan garudaku ..Indonesiaku
Tetapi Garuda merah ….membara….menyala…..
Tetapi….aku percaya, diantara mereka yang telah melupakanmu …..
Masih banyak pemuda – pemuda yang benar – benar punya hati jernih, punya nyali …..akan membelamu
Yang akan membasuh merah darah ditubuhmu…..
Mengembalikanmu dengan warna keemasanmu….
Garudaku…….Indonesiaku…….selalu untukmu…MERDEKA!!!!!!!!

Dipublikasi di motivasi | Tinggalkan komentar

Ketika Cinta Harus Menunggu Episode 4

4.Biarkan mimpimu Terbang
Pagi itu tidak seperti biasanya , Danang menuju ke sekolah tempatnya mengajar tidak memakai ninja kesayangannya, tetapi dia naik sepeda gunung . Dengan santai dia mengayuh sepeda gunungnya.
Udara pagi terasa segar menyapu wajahnya, sejenak danang merasa lapang, sesak hati beberapa waktu yang lalu mulai menguap.dengan perlahan dihirupnya udara pagi yang segar kuat – kuat. Hemz……………..segar terasa sampai kerelung hati yang paling dalam.
Sampai sekolah waktu masih menunjukkan angka 6.15. masih pagi, murid – muridnya belum ada yang datang apalagi rekan – rekan gurunya. Terlihat pak ujo pesuruh sekolah sedang menyapu halaman. Pak Ujo mengangguk memberi hormat pada danang.
“Wah janur gunung nak guru Danang, kok sudah datang, masih pagi lo “, seru pak Ujo setengah menggoda
“sengaja pak…..,cari udara pagi sambil olahraga ‘, jawab Danang sambil memarkir sepeda gunungnya.
Danang mendatangi pak Ujo, bersalaman.Pak Ujo menatap Danang lekat – lekat, dia tahu cerita tentang penyebab Danang sakit. Rasa sayang pak Ujo kepada Danang yang telah dia anggap seperti anaknya sendiri, membuat pak Ujo gak bisa menahan diri untuk tidak merangkul Danang.
Dua orang laki – laki dewasa itu saling berangkulan, pak Ujo sambil mengusap – usap punggung guru muda yang dia sayangi itu berbisik
‘sabar……yo le.., sabar……., eling”.guman pak Ujo
Dan kedua orang dewasa yang beda usia, yang beda kedudukan itupun duduk bersandingan, saling menguatkan, saling mendukung. Dan perasaan Danang sedikit lega karena masih ada orang yang empati pada penderitaan batinnya.Tidak peduli siapa itu orangnya.
Siang itu Danang dapat menyelesaikan harinya dengan lancar. Teman – temannya semua menghibur., semua teman guru menyayangi guru ganteng yang satu ini, apalagi murid – muridnya semua sayang, makhlum Danang merupakan satu –satunya guru yang pintar bermain musik, hampir semua alat musik dia kuasai, sehingga kadang – kadang Danang mengajak anak muridnya bernyanyi dengan diringi petikan gitarnya, sedang Ety tidak masuk untuk beberapa hari, ijin pulang ke Jogjakarta. Ada urusan keluarga yang harus diselesaikan. Dan bentuk urusan macam apa tidak ada yang tau, dan Danangpun tak peduli dan tak mau peduli.
Hari – hari selanjutnya Danang bisa lalui dengan enjoy tanpa kendala yang berarti. Bahkan saat Ety sudah masuk kerjapun, Danang tidak terusik .Danang tetap santai. Tak ada senyum manis apalagi kata – kata menghibur, Ucapan sekedar say hello saja tidak keluar dari mulutnya apalagi untuk berbasa basi menyapa Ety.
Danang selalu datang paling pagi dan pulang sekolahpun dengan sesegera mungkin, apabila dia sudah merasa menyiapkan segala penunjang kegiatan belajar mengajar untuk besok langsung dia akan pamit pulang.
Kursi kebesaran di ruang gurupun sekarang jarang dia sentuh. Sebagai guru kelas setiap hari begitu datang Danang langsung masuk kelas, sehingga kesempatan untuk ngobrol atau sekedar share dengan teman sesama guru untuk masalah yang mungkin ditemui di kelas, tidak diagunakan. Tetapi semua temannya bahkan kepala sekolahnya menyadarai keadaan Danang, dan mereka semua bisa menerima.
“Day……..ntar aku ikut yah pulang sekolah “, kata Ety dengan memakai nama panggilan kesayangan ketika berpapasan dikoridor depan ruang guru.
“ikut kemana….?’.jawab Danang santai.
‘ke rumahmu……ni ada oleh 2 dari jogja’, jawab Ety kemayu.
“aku bawa sepeda, kalau kamu ikut mau naik mana ? ban apa stir”, jawab Danang sengak sambil berlalu meninggalkan Ety yang bengong.
Sungguh tidak sopan terdengar ditelinga. Kata orang tua gak punya unggah ungguh.. Ety yang merasa diperlakukan tidak adil itu cemberut, dan tanpa sadar ditendangnya daun pintu ruang guru yang persis ada didepannya, rupanya tendangan Ety cukup kuat, Ety merasa kesakitan, sambil meruntuk dalam hati dielusnya kakinya
“ sialan”. umpatnya lirih, dan Danang yang merasa tidak terjadi apa – apa dengan santainya ngeloyor pergi, meninggalkan Ety sendiri yang uring – uringan.
“tak berperikemanusiaan ‘, sekali lagi Ety mengumpat lirih.
Sedangkan suara jedor yang cukup keras akibat tendangan maut Ety tadi ternyata cukup mampu juga mengagetkan teman – teman guru yang sedang duduk santa istirahat di ruang guru, mereka saling berpandangan dan ada beberapa yang tertawa cekikikan, seakan meledek Ety.
“Ada apa bu Ety, sepertinya ada gempa yah”, goda pak Harun guru olaharaga yang berbadan besar dan berkulit hitam.Ety diam dan dengan tetap pasang muka asam dia langsung ngeloyor pergi keluar. Pura – pura tidak mendengar .
Pak Ujo yang melihat dari jauh hanya tersenyum girang.Danang menuju tempat parkir, diambilnya sepedanya dan dikayuhnya pelan.
“monggo pak Ujo….kulo riyin nggih”.
“monggo..monggo..nak guru, hati – hati “.
Siang itu akhirnya Ety nebeng pak Edy , guru baru pindahan dari kota Batu. Ety minta diantar kerumah Danang. Untuk mengantar oleh – oleh dari jogja titipan mamanya untuk calon besan katanya.
Sudah hampir satu jam Ety menunggu Danang, perasaan gelisah sudah menggelayut manja dihatinya tetapi yang ditunggu gak datang – datang . Ibu Danang merasa prihatin dan hanya mampu basa – basi untuk menenangkannya. Dia tidak ingin ada kesalah pahaman antara anaknya dan calon mantunya.
Danang pulang ketika waktu sudah menjelang sore. Masuk ke rumah dengan memberi salam lebih dulu, terus mandi, dan langsung ganti baju.
“arep nang endi maneh anakmu bu, baru juga sampai rumah’. Gerutu bapak
‘yo ditanyain dewe to pak, aku ra wani”. Jawab ibunya
“kamu itu lo sama anak kok gak berani, wis kuwalik piye dunia iki, wong tuwo ra wani ngandani anak’, suara bapak makin kesal.
Ibu diam langsung ngeloyor pergi ke dapur, menyiapkan makan malam.
“kamu mau kemana, mbok yo istirahat dulu, opo ra kesel to “, Tanya bapak
Danang diam sejenak lalu menjawab sekenanya “cari hiburan, sumpek di rumah “,
“tadi Ety nunggu kamu lo, hampir 2 jam, coba kamu kesana, ketempat kostnya, cari tau ada apa “. Bapaknya mengingatkan kehadiran Ety.
“Cari tau apa, tadi kan juga ketemu di sekolah, gak ada apa – apa, dia kan ngantar oleh – oleh buat jenengan to, gitu aja kok diributkan”.
Tanpa menunggu lama, langsung Danang keluar, dikeluarkannya motor ninjanya dari garasi, sebentar kemudian sudah melesat di jalan raya.
Bapak , ibu serta adik Danang bukan tidak merasa ada perubahan yang amat besar pada diri Danang. Danang yang dulu ramah selalu santun dan menurut orang tua, sekarang ada pemberontakan – pemberontakan kecil, cuek dan masa bodoh
. Kedua orang tua Danang tak dapat berbuat banyak, Danang mulai melakukan aktivitasnya saja sudah cukup menghibur hati mereka. Untuk lainnya biarlah sambil jalan, lama – lama juga danang akan mengerti , bahwa hidup itu tak semudah dia mengucapkan kata, jadi apa yang dia inginkan tidak dapat dengan mudah terpenuhi semua, tidak hanya urusan pribadi yang jadi patokan, tetapi banyak pertimbangan yang harus dan perlu dipikirkan, ada orang lain disekitar kita, tidak hanya orang tua dan saudara tetapi banyak lagi.
Disisi lain, Ety .lama – lama mulai gak tahan diperlakukan seperti itu sama Danang, tidak dianggap sama sekali keberadaannya. Benar – benar menyakitkan hati. Walaupun sekarang Danang sudah tidak lagi bertelepon ria dengan Ratih, tetapi sikap cuek Danang dirasakan lebih menyakitkan hati Ety.
Tanpa ekspresi, dingin dan rasa penasaran Ety untuk dapat melihat tatapan teduh dan senyum yang menenangkan dari Danang sepertinya tak akan pernah terwujud, bagaikan keinginan untuk melihat tumbuhnya jamur dimusim kemarau. Hal yang mustahil.
Dibatas kesabarannya sengaja siang itu Ety menggoda pak Edy, dia ingin melihat Danang cemburu. Bukankah sampai saat ini dia masih pacar Danang, walau belum tunangan, tetapi Ety percaya 100 persen, mana mungkin Danang tidak cemburu melihat pasangannya bersama orang lain, bukankah itu sudah menyangkut harga diri seorang laki – laki.
“pak Edy……nanti bareng yah, kebetulan rumah kita kan searah”, rengek Ety manja dan sedikit dibuat – buat.
Pak Edy tersenyum pakewuh , sebelum menjawab dia menoleh ke Danang minta persetujuan. Danang memandang heran, tak mengerti,
“kenapa pak Edy?’ Tanya Danang.
“nih bu Ety mau bareng diijinkan gak ?’.
“O….itu, silahkan …silahkan, terimakasih yah pak sebelumnya, sudah bersedia mengantar bu Ety.sekali lagi terimakasih “. Danang menjawab dengan entengnya.
Ety mendelik memandang Danang, semakin membuncah amarahnya.Ingin dia mencakar muka Danang, tapi dia tak berani melakukan. Ety langsung menarik tangan pak Edy, mengajak pergi tanpa menoleh kearah Danang lagi dengan perasaan yang campur aduk, ada marah, geram, mangkel, kecewa dan sakit hati.
Danang hanya mampu tersenyum. Dijentikan jarinya, tanda dia puas. “YES “ soraknya dalam hati, kegirangan.
Hari – hari selanjutnya hubungan Danang dan Ety makin renggang ,tanpa pertengkaran, tapi juga tanpa komunikasi yang harmonis, tanpa basa basi, keduanya saling menjauh. Saling menghindar.Kadang kalau tanpa sengaja berpapasan ,Danang melempar senyum, dan sungguh Ety sangat tidak suka karena senyum Danang benar – benar jauh dari kata manis. Kalau boleh jujur sih lebih tepatnya bukan senyum tapi meringis .Ih……membuat hati Ety makin mangkel dan geram.
Bahkan akhir – akhir ini lebih terlihat keakraban Ety dan pak Edy. Sebetulnya pak edy tidak terlalu jelek, bahkan cukup simpatik, sabar dan agak pendiam. Jadi sangat klop bila harus berkolaborasi dengan Ety yang cerewet, egois , posesif dan agak manja.
Pak Edy bisa ngemong Ety .Dan sangat kelihatan sekali kalau Ety akhirnya merasa lebih nyaman dengan pak Edy. Yang kata orang pak Edy lebih dapat mengharagainya sebagai perempuan yang memang ingin selalu disanjung.
Dan itu sangat bahkan amat sangat menggembirakan Danang, paling tidak dia tidak perlu bersusah payah untuk lari dari ikatan Ety. Tak perlu lagi memberikan alasan atau mungkin pengertian kepada siapapun atas ketidakcocokan antara dia dan Ety.
Dia tidak akan dipersalahkan oleh keluarganya ataupun keluarga Ety. Apabila pertunangan yang sudah digadang – gadang kedua orang tua itu tak terwujud. Dengan alas an tidak ada kecocokan lagi maka semuanya akan berakhir dengan damai, tanpa perselisihan ataupun dendam.
Danang benar – benar menikmati hari – harinya, bahkan kesendiriannya dirasakan amat sangat melegakan. Amat sangat menyenangkan .Danang benar – benar merasa bebas.
Merdeka. Merdeka hati .Merdeka waktu. Merdeka badan. Gak perlu bersusah payah mengatur waktu untuk ini itu, apabila saat ini suka ayo. Apabila gak suka ya sudah.
Danang dengan bebas membawa hati dan ingatannya mengembara kekenangan ketika bersama Ratih. Ketika hujan dan berpayung berdua .Ketika memasak bersama. Ketika menikmati tahun baru dengan menyususri jalan di pusat kota Bandung. Ketika bermain bulutangkis bersama di halaman depan kost.
Minggu pagi , Danang dan Ratih bermain bulutangkis. Tidak imbang sebetulnya .Danang yang jangkung melawan simungil Ratih. Tapi memang cewek ayu satu ini kecil – kecil cabe rawit, selalu dia bisa mengembalikan pukulan danang dengan manis. Danang sangat salut dan kagum dengan kelincahan ratih. Cewek mandiri tidak manja, pintar dan baik hati.
Usai bermain bulutangkis Ratih menyeka keringatnya sambil duduk selonjor dan menyandar di tiang net. Pipinya yang bersih kemerah – merahan menambah nilai ayu pada dirinya, dan ini membuat danang makin geregetan campur gemes, inginnya tangan danang mencubit pipi ranum itu ,danang menghampiri dan duduk tepat didepan ratih, diangsurkannya air mineral kesukaan ratih.
Ratih menerima dengan senyum tulusnya’ Makasih yang mas”.
“sama – sama sayang’. Jawab Danang.
Ratih mendengar Danang memanggilnya dengan sebutan sayang, mendelik protes. Danang menggoda lagi
“ada apa sayang, minta diambilkan apa, mas Danang siap sedia kok. sungguh “, goda Danang lagi.
Ratih gak tahan digoda dengan segera dicubitnya keras – keras pinggang Danang. Aneh cubitan yang didaratkan Ratih cukup keras, tapi Danang sama sekali tidak kesakitan, malah cengengesan. Kesenangan. HERAN!!!
Ah ……..desah panjang Danang sambil mengusap pinggangnya, seakan masih terasa cubitan Ratih yang sudah beberapa tahun yang lalu itu. Inginya dia mengulang kembali memori itu. Inginnya dia memutar waktu kembali kekenangan manis bersama Ratih.
Kegiatan Ratih sehari – hari masih sama, sebagai ibu guru taman kanak – kanak yang sabar, yang disayangi anak didiknya, dan yang disegani teman temannya. Bukan Ratih sudah lupa dengan Danang, tetapi ratih lebih realistis, dia sudah bisa menentukan sikap,menerima aris sebagai calon pendampingnya. Karena ada perasan Ayah dan ibunya, ada perasan kakaknya, dan orang tua Aris yang harus diperhitungkan.
Usai mengajar ratih dipanggil kepala TK, Ratih ditugaskan untuk mengikuti workshop tentang model – model pembelajaran di TK, tempatnya di hotel satelit surabaya, selama tiga hari.
Karena masih dalam kota, sebetulnya Ratih ingin pulang kerumah, jadi tidak usah ikut nginap di hotel seperti peserta lainnya yang datang dari luar kota, tetapi karena aturannya semua peserta harus nginap di hotel yah Ratih harus taat pada peraturan panitia penyelenggara workshop.
Ratih dapat teman tidur satu kamar dari kota malang. Orangnya cantik dan periang .tidak memerlukan waktu yang lama untuk dapat akrab dengan Nita, guru TK yang periang dari malang itu. Dengan seketika Ratih langsung merasa saling cocok.
“Jadi bu Nita mengajar di TK melati, ibu kenal sama bu Wiwik yah ‘ TanyaRatih yang mempunyai teman mengajar di TK Melati, namanya bu Wiwik. Yang kebetulan juga kakak tingkatnya waktu kuliah di UPI dulu, tepatnya sih teman satu angkatan dengan Danang, walau beda jurusan.
“ea beliau kepala TK ku”
“kalau begitu ……titip salam yah nanti bila sudah pulang “.
“beres deh…….walau gratis dijamin tetep nyampek kok ‘, gurau bu Nita.
Dan kedua teman baru itu saling tergelak. Tertawa terbahak – bahak. Siapapun yang melihat mereka ikut tersenyum gembira melihat keceriaan dua guru ayu tersebut.
Tanpa terasa dua hari sudah terlewati , Nita dan Ratih mengikuti materi workshop dengan enjoy dan kebetulan pematerinya juga sangat pandai dan cukup humoris dalam menyampaikan sehingga tidak membosankan.
Hari ketiga acaranya Cuma penutupan, jadi checkout dari hotel masih pagi pukul 10.00. Ratih menawari Nita untuk main kerumahnya, nitapun tidak menolak ajakan ratih, akhirnya dengan jasa taksi mereka pulang. Sengaja Ratih tidak minta jemput mas Aris , karena dia tahu persis bahwa tunangannyaa pasti sibuk .
Sampai rumah Ratih langsung membantu ibu masak didapur, menyiapkan makan siang untuk tamunya , sedangkan Nita asyiik menunggu Ratih di kamar dengan melihat – lihat album foto Ratih, tetapi betapa kagetnya Nita ketika melihat foto Ratih dengan Aris. Foto pertunangan itu cukup membuat Nita tertohok hatinya, tiba – tiba dia merasakan napasnya sesak, lemas seluruh persendian tubuhnya, matanya berkunang – kunang, ada pilu yang amat sangat disudut hatinya.Tanpa terasa ada butiran air mata yang menetes dipelupuk matanya. Ah………………begitu memprihatinkan.
Ratih membawa baki berisi minuman sirup dingin dan satu toples camilan, langsung dibawa kekamarnya, namun betapa terkejutnya kala dia melihat Nita teman barunya, guru TK Melati Malang yang sedang menangis sedih. Dengan perlahan ditaruhhnya baki diatas meja riasnya, dia menghampiri Nita, dan dipeluknya pundaknya.
“Ada apa bu……, ada yang salah dengan foto – foto ini?’, Tanya Ratih hati – hati
Nita untuk sesaat tidak bisa menjawab, ditutupnya pelan album foto berwarna biru dipangkuannya itu, dia menatap Ratih sahabat barunya, yang baru 3 hari yang lalu dikenal, dan baru kali ini Nita berkunjung kerumah Ratih, dan setelah sekian lama tak mendengar kabar Aris baru hari ini juga Nita mengetahui kabar Aris walau lewat foto, dan itu sudah mampu mengguncang persaannya, hatinya terkoyak – koyak, dan Nitapun tak kuasa untuk tidak menumpahkan air mata.
Yah Aris pemuda Blitar yang dia kenal tiga tahun yang lalu, Aris teman kakaknya mas Heru di AKPOL Semarang, dulu Aris sering main kerumahnya , yang awalnya saling berkunjung antar teman, tetapi lama kelamaan sudah beda misinya, yaitu ingin mendekati Nita. Yang akhirnya Nita dan Arispun menjalin sebuah hubungan romantic.
Hampir tidak ada kendala, baik dari keluarga Nita maupun keluarga Aris sendiri. Hari – hari mereka lalui dengan harapan dan kebahagiaan. Sampai akhirnya keluarga Nita minta keseriusan Aris, untuk datang melamar dan menikahi putrinya , tetapi ternyata aris belum siap, Aris masih mau menata kariernya dulu, Aris masih mau mencari pengalaman hidup dulu, sehingga dengan terpaksa tanpa ada pemberitauan dulu Aris yang dapat tugas di Surabaya dengan begitu saja pergi meninggalkan Nita, yang kemudian dijodohkan dengan seorang calon dokter “Tommy”namanya, yang putra dari sahabat orang tua nita dari malang juga yang kuliah di Unibraw.
“He….ada apa, kok sedih, ada yang salah dengan album foto ini, atau mungkin rumah saya” Ratih membuyarkan lamunan Nita, sambil tangannya menjangkau album foto yang ada dipangkuan Nita.
“gak ada….maaf, sentimentil, tiba – tiba aku teringat ibuku, aku iri mlihat keakraban sampean dengan ibunya’, elak Nita halus
Ratih tersenyum lega “ Memangnya sudah kangen sama ibunya nih, padahal kan baru 3 hari, manja amat”, goda Ratih lega
“ibuku sudah meninggal 8 bulan yang lalu’, kata Nita sambil menunduk menahan airmatanya agar tak tumpah.
Ratih terdiam, “sorry yah aku gak tau”. Kata Ratih menyesal
Nita menggeleng pelan, , kemudian dia meraih kembali album foto yang sudah ada ditangan ratih, dibukanya lembar demi lembar.
“ini foto tunanganmu yah”, tunjuk nita mengarah ke foto Aris
Ratih tersenyum mengangguk
“Dia seorang perwira polisi, berdinas dimana ?’, selidik Nita
“Di POLDA, ntar aku kenalin yah”.
Belum sempat nita menolak , tiba – tiba pintu kamar ratih sudah ada yang mengetuk dari luar, Ibu Ratih memberitahukan bahwa ada tamu di luar.
Ternyata Aris yang datang, dia mau memastikan ratih sudah pulang dari workshop dengan selamat apa tidak , ternyata tidak terjadi apa – apa. Aris lega karena Aris merasa tidak dapat menjemput pujaan hatinya .Ratih tersenyum lebar, digandengnya tangan Aris mesra dan manja.Aris merasa bahagia.
“ayo aku kenalin dengan teman workshopku, dia guru TK yang ayu”.
“ayu mana dengan calon istriku ini”, goda Aris sambil memijit hidung Ratih. Ratih tersenyum manja.Dipukulnya lengan Aris manja. Aris kesenangan bukan kepalang karena jarang – jarang Ratih bersikap manja seperti itu.
Aris duduk sofa dekat kamar Ratih, menunggu Ratih yang memanggil teman barunya dari kamar.
Ratih bergandengan dengan Nita keluar dari kamar Aris menyambut kedatangan mereka dengan pandangan terkejut begitu tau bahwa teman baru tunangannya adalah Nita , gadis ayu yang dulu pernah dipacarinya selama 1 tahun.Untung ratih tak menangkap kegugupan Aris.
“bu Nita kenalkan ini mas Aris, mas aris kenalkan ini bu Nita teman workshopku dari malang’. Kata Ratih mengenalkan.
Ratih menangkap kecanggungan diantara Nita dan Aris
Aris bersalaman dengan Nita, “ hey…apa kabar “, Aris mencoba bersikap normal
Nita mengangguk sopan, tersenyum tipis “Alhamdulillah ..baik”, jawab Nita pendek.
Sementara Aris dan Nita saling berbasa basi, Ratih meninggalkan mereka berdua , menuju dapur untuk menyiapkan minuman kesukaan Aris, orange juice
“Gimana kabar suamimu, kalian bahagia kan “, kata Aris pelan sambil menatap wajah Nita dengan lekat.
“Suami. Suami yang mana…….”, jawab nita tak kalah pelan.
Aris memandangi Nita dengan tatapan yang tak menentu .Bingung.
“lo kata Heru kamu akan menikah, kata heru calonmu seorang dokter, karena itu aku gak berani mendekatimu lagi, walau hanya sekedar untuk berpamitan, aku merasa kecil bila dibandingkan dengan doktermu itu “, suara Aris pelan agak parau, ada rasa sakit disitu.
Nita menghela nafas “ benar mas,tapi itu hanya tinggal kenangan, karena mas Tomy meninggal setelah kecelakaan maut itu”, lirih Nita menjelaskan
“maksudnya?’, kejar Aris, suaranya mulai terdengar normal.
“Waktu itu mas Tomy bersama keluarganya mau melamar aku, ketika tiba – tiba mobil yang dia kendarai diseruduk truk bermuatan semen, saat itu juga mas Tomy meninggal dunia, tidak tertolong, sedang mama papanya perlu dirawat karena mengalami gegar otak ”.cerita Nita sambil menyeka airmatanya yang tiba – tiba sudah membasahi pipinya.
Aris termangu, ingin dia membantu mengusap airmata itu, tapi tangannya keluh tak mampu, yah dia sudah tak boleh lagi menyentuh pipi halus milik gadis ayu itu, karena dia sudah punya ratih yang tak kalah ayu, yang baik, yang sabar, dan banyak yang..yang.. lagi.
Tanpa sepengetahuan Nita dan aris, rupanya ratih sudah mendengar semua percakapan mereka berdua. Ratih hanya mampu menghela nafas panjang. Ratih tak kuasa untuk tidak hanyut dalam cerita pilu Nita. Yang jadi pertanyaan ratih sekarang adalah ada hubungan apa antara aris dan Nita sebenarnya, kenapa mereka seakan – akan berusaha untuk menutupi sesuatu.
Siang itu selepas makan siang Nita berpamitan pulang ke Malang, ratih berusaha untuk menahannya untuk menginap di rumahnya, tetapi Nita tak bersedia.Ratih menawarkan untuk mengantar, toh besok juga hari minggu, jadi sekolah libur.Ratih minta tolong pada Aris untuk mengantar , Aris tidak bisa menolak , untuk menjaga agar pujaan hatinya tidak curiga, akhirnya Aris menyetujui.
Siang menjelang sore itu xenia hitam Aris membelah kota Surabaya, melaju menuju malang. Ratih duduk disamping aris, Nita duduk dibelakang persis tempat duduk ratih. Sepanjang perjalanan itu yang banyak bercerita ratih. Ratih berusaha menjadi tuan rumah yang baik, dijelaskan pada nita setiap sudut kota Surabaya, Surabaya yang panas, Surabaya yang macet dan Surabaya yang bising dan kotor, karena tumbuh suburnya pabrik – pabrik di sekitar rungkut industry, dan masih banyak lagi. Nita hanya menanggapi sekali – kali. Sedangkan Aris diam, tenang, ada sedikit gelisah disudut hatinya.
Tiba – tiba ketika lewat jalan ahmad yani, didepan POLDA, Nita berceletuk “ Nih kantornya mas Aris yah, kalau mas Heru sekarang ada di……”, Nita tidak jadi melanjutkan ceritanya ketika dia sadar bahwa ada Ratih yang tidak tau apa – apa tentang hubungan mereka
Aris terdiam, diliriknya ratih. Untuk sesaat ratih tidak merespon , yang kemudian
“ea ini kantor mas Aris, terus mas Heru itu siapa yah ?, Tanya ratih sambil menoleh kebelakang, menatap Nita
“o …maaf , maaf…, mas Heru itu kakakku, dia juga seorang polisi, tapi dinasnya di semarang tadi aku asal aja cerita’. Jawab Nita sekenanya.
Aris melihat Nita dari kaca spion, dia tak tega dengan apa yang dirasakan Nita, tapi dia juga tak bisa berbuat apa – apa, Nita adalah cinta pertamanya, Nita adalah gadis yang pernah dia perjuangkan cintanya, tetapi sekarang Aris hanya mampu membantu luka nita dengan pandangan penuh rasa sayang, tidak bisa lebih.
Selanjutnya sepanjang perjalanan itu, masing – masing diam, asyik dengan pikirannya sendiri – sendiri. Tiba – tiba ketika melintasi kebun raya purwodadi ada yang berdesir dihati Nita danAris.
Masing – masing merasakan ada keterikatan , tanpa dikomando mereka saling melempar pandang, menelanjangi kebun raya purwodadi. Aris dan Nita seakan melihat album perjalanan cinta mereka.
Saat itu hari minggu .tangan Aris dengan erat menggenggam tangan Nita, mereka berdua menyususri jalan setapak, dibawah kerindangan pohon – pohon besar itu, mereka saling bercerita, bercengkerama, sedang disudut yang lainnya juga ada banyak pasangan muda mudi yang memadu kasih. Sebentar – bentar Nita dan aris saling cekikikan dan tangan nita tak henti – hentinya mencubit pinggang aris, mereka terlihat sangat bahagia.
Ratih bukan tidak menyadari gerak gerik Aris yang selalu melihat kebelakang melalu kaca spion, tetapi ratih mencoba untuk menerka hubungan macam apa yang sudah terjalin diantara mereka sebelumnya. Ratih adalah gadis yang cerdas dan bijak, dia tidak pernah grusa grusu dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan, bahkan keinginan Ratih untuk mengantar Nita dengan melibatkan Aris inipun bagian dari rencananya untuk mengetahui bentuk hubungan mereka.
Ratih sudah cukup dibuat curiga dengan sikap Nita yang tiba – tiba sedih ketika harus melihat album fotonya, lalu percakapan mereka yang secara tidak sengaja ditangkapnya, dan celetukan Nita ketika melewati POLDA , dan lirikan mata mereka berdua ketika melewati kebun raya Purwodadi. Sebetulnya Ratih sudah cukup mampu untuk menyimpulkan, tetapi Ratih tetaplah Ratih gadis santun yang selalu berhati – hati dalam bersikap
Xenia hitam itupun melaju dengan cukup kencang , Ratih pura – pura tertidur, untuk sesaat dia merasa terharu dengan perhatian Aris, dengan sayang Aris menyelimuti tubuh Ratih dengan jaketnya dan dielusnya rambut halus sebahu milik Ratih. Dengan suara perlahan seakan takut membangunkan Ratih , Aris bertanya pada Nita.
“Masih tinggal di rumah mama kan”,
Nita yang memperhatikan perhatian Aris pada Ratih dengan penuh sayang itu, merasa tersakiti, dia ingin berteriak keras – keras, dia ingin menangis, dia ingin dipeluk Aris seperti yang dulu sering dilakukan Aris ketika dia sedih.
Tetapi pada Ratih, oh..tidak , dia teman baru yang baik, yang menyenangkan, dia tak ingin menyakiti hati Ratih. Toh dalam masalah ini Ratih sama sekali tidak bersalah. Sama Sekali.Karena Ratih hanya kebetulan masuk dalam kehidupan Aris yang sudah usaikan hubungan dengannya.
Ketika Nita tak menjawab pertanyaan Aris, Dia sudah membelokkan mobilnya kearah pabrik tetes lawang , Ketika ban mobil menyentuh rel kereta api ada lonjakan yang cukup keras yang dapat membangunkan Ratih. Ratih pura – pura menguap, untuk sejenak dia mengawasi kedepan. Ratih menoleh kearah Nita
“Sudah sampai mana bu Nita “,. Tanya Ratih
“tuh rumah cat hijau, sudah dekat kok, “, jawab Nita sambil merapikan rambutnya. Menyisir dengan jari – jari tangannya.
Ratih melipat jaket Aris.Lalu dia ikutan merapikan rambutnya dengan jari – jari tangannya yang lentik. Memakai kacamata.Aris tersenyum melihat Ratih.
“Gak usah dipakai ah kacamatanya, sudah cantik kok “, goda Aris.
Ratih tersenyum, dicubitnya pinggang Aris.Aris mengelak sambil dengan sigap tangannya menangkap tangan Ratih.Untuk sesaat Ratih merasa ketulusan Aris.
Sedangkan dibelakang terlihat Nita yang salah tingkah. Dia hanya mampu berdehem untuk menyadarkan dua sejoli itu bahwa ada kehadiran orang lain didalam mobil .
Tiba – tiba mobil sudah berhenti didepan rumah besar bercat hijau.Tepat didepan pabrik tetes. Aris dengan tangkas turun dari mobil , membukakan pintu untuk Nita
“terima kasih mas”, kata Nita setelah keluar dari mobil.
Ratih mau turun tapi dicegah halus Aris. “Kita cukup mengantar sampai disini saja kan sayang ?’,
Ratih mencoba memberi pengertian pada Aris, “ah ya gak bisa gitu dong mas, kita harus antar bu Nita sampai masuk, kita harus pastikan bu Nita baik – baik saja sampai rumah”,
“Ah gak usah bu Ratih, thanks uda mau ngantar sampai rumah, maaf gak bisa ngajak mampir nih”, Nita mencoba membantu Aris yang bingung
Belum terjadi kesepekatan diantara mereka bertiga, ketika pintu gerbang rumah Nita terbuka, Seorang dengan badan gagah menyeruak keluar.
Untuk sesaat pemilik badan tegap tadi tertegun yang akhirnya bersorak girang ‘
“ Hey….Aris.., gimana kabarnya brow , waduh tambah ganteng aja nih, ayo masuk “, teriaknya sambil merangkul Aris.
Aris balas merangkul .Untuk beberapa saat kedua teman lama itu saling mengobrol, tanpa menyadari bahwa ada Nita dan Ratih yang memperhatikan.
“Kok bisa sama – sama Nita , kamu ketemuan dimana ?”, Tanya Heru kemudian.
“Oh yah Her..kenalkan ini tunanganku Ratih”, kata Aris sambil membukakan pintu mobil depan. Dituntunnya Ratih keluar dari mobil.
“Kebetulan Nita dan Ratih berteman”, sambung Aris menjelaskan
Heru tertegun, dia mengagumi keanggunan Ratih, dilain sisi dia juga kcewa dengan keadaan Aris sahabatnya yang ternyata sudah bertunangan, dia juga kasihan dengan Nita adiknya yang harus menyaksikan mantan kekasihnya ternyata sudah bertunangan. RUMIT itu yang dirasakan Heru kakak Nita.
Heru hanya mampu menggapai pundak Nita.Memberi ketenangan dan support pada adik semata wayangnya. Setelah bersalaman dengan Ratih.
“maaf untuk saat ini aku gak bisa mampir, lain kali insya allah aku akan sengaja main, ia kan sayang”, kata Aris minta persetujuan Ratih
Ratih hanya mengangguk, dia sungguh merasa tak nyaman dengan kondisi petang ini .Kondisi yang menyudutkan dia. Ratih merasa seolah – olah perampas kebahagiaan keluarga Nita.
Ratih bisa menangkap kekecewaan yang tergambar jelas diwajah Heru, wajah kesakitan yang terpancar dari mata Nita. Dan wajah kebingungan serta rasa bersalah yang tergambar di raut muka Aris .Itu semua terekam kuat di hati Ratih.
Dalam perjalanan pulang Ratih lebih banyak diam. Diam…..seribu bahasa.Ingin dia mendengar pengakuan Aris tentang hubungannya dengan Nita.Ingin dia bertanya langsung tapi mulutnya seakan terkunci.
Arispun tak kalah sibuk pikirannya, masih tergambar jelas diingatannya, betapa gembiranya Heru bertemu dengannya seperti beberapa tahun yang lalu, betapa sedihnya Nita menapaki hidupnya yang ditinggalkan tunangannya dengan cara yang tragis. Tetapi Aris juga dapat melihat pengharapan yang besar dimata Nita atas keberadaan Aris kembali dalam hari – harinya.
Ketika keheningan itu menyelimuti mereka berdua ,ketika pikiran Aris dan Ratih masing – masing asyik dengan petualangannya, tiba – tiba mereka dikagetkan dengan suara klakson mobil dibelakangnya yang memberitahu bahwa lampu merah sudah berganti dengan hijau.Tanda mobil harus jalan.
Ratih menoleh ,menatap Aris dengan lembut.
“ kamu capek kan mas, sudah istirahat dulu, kita cari makan sekalian sholat ”. Lembut terdengar suara Ratih, cukup menenangkan . Tetapi bagi Aris cukup menampar perasannya. Untuk sesaat dia merasa bersalah pada kekasih hatinya atas kejadian yang tidak disengaja petang ini.
Anton sedang asyik makan di Mc. Donald Surabaya Plaza, ketika dia melihat sesosok bayangan yang tak asing sedang bertepuk tangan, kelihatan sedang memandu acara ulang tahun anak – anak TK.
Anton menatap lekat – lekat sambil mulai berfikir mengingat – ingat siapa sosok yang dirasa sangat familiar itu. Dan ketika dia menemukan jawabnya , hati Anton berbunga – bunga, dia tersenyum gembira, nyaris tertawa sendiri, sehingga mengundang banyak tanya diantara pengunjung Mc. Donald sore itu, mahklum Anton memang makan sendirian.
Anton pindah tempat duduk agak kesudut, menunggu acara ulang tahun di room party selesai.
Waktu menunjukkan angka 5.20 ketika pesta ulang tahun itu usai. Ratih sibuk merapikan bawaannya , dan bersalaman dengan beberapa orang tua wali murid yang mengantar ulang tahun. Berbincang sebentar dengan rekan guru, yang akhirnya saling berpelukan dan berpisah, berpamitan pulang ke rumah masing – masing.
“bisa dibantu non “, sebuah suara mengagetkan keasyikan Ratih yang sedang menata bawaannya.
“tidak, terimakasih “, jawab Ratih ramah sambil menoleh memandang pemilik suara yang baik hati, yang telah menawarkan jasanya.
Tetapi…deg, jantung Ratih seakan mau melompat keluar saking kaget bercampur gembira begitu tahu siapa pemilik suara tadi.
“Hey…Anton..”, seruRatih.
”benar, kamu Anton kan?,Ratih berusaha meyakinkan. Makhlum badan Anton sekarang makin tambun dan kulitnya yang dulu bersih sekarang agak kecoklatan, tapi kelihatan makin macho.
“benar….benar sekali, wah makasih yah masih mengingatku dengan baik”.
Yah Anton sudah banyak berubah, postur tubuhnya agak gemuk, kulitnya agak gelap, dan kelihatannya makhluk paling lucu yang pernah dekat dengan Ratih inipun mulai merokok, terlihat dari bibirnya yang agak kehitaman.
Jauh …..jauh sekali perbedaannya dengan anton yang mahasiswa dulu, yang putih bersih, walaupun cowok kulit anton halus sekali saat itu dan cukup membuat iri teman – teman cewek.
Untuk sesaat dua sahabat itu tak banyak bicara hanya saling berpandangan sambil tetap bersalaman, sampai ketika ada suara berdehem menyadarkan mereka
“sudah selesai sayang acaranya”, tanya Aris menjejeri Ratih. Kedua sahabat itupun dengan serentak melepaskan genggaman tangan mereka.
“eh mas…sudah. Oh yah kenalin ini Anton sahabatku waktu di Bandung, Anton kenalin ini mas Aris tunanganku”, Ratih mengenalkan mereka berdua
Dan dengan segera kedua pria pemuja Ratih itupun saling bersalaman. berbincang – bincang sebentar dan akhirnya mereka saling berpamitan.
“Anton kapan – kapan main kerumah yah”, seru Ratih
“beres”, jawab Anton sambil mengacungkan ibu jarinya.
“wah ..wah bidadariku ini ternyata banyak penggemarnya nih, aku harus ekstra hati – hati jaganya, kalo gak mau diserobot cowok lain yah’, goda Aris
“apaan sih mas, dia itu sahabatku waktu kuliah, emang gak boleh yah aku ketemuan dengan teman lama’, Ratih merajuk
‘enggak gitu sayang, boleh kok, aku tadi hanya becanda, maaf yah, jangan marah dong ‘, Aris takut Ratih marah
Ratih tersenyum, puas bisa menggoda Aris. .Aris hanya mampu tersenyum kecut. Dan sore itu semakin membuncah saja kekaguman Aris dengan pribadi tunangannya ini. Selain bisa menjaga hati pasangannya juga dijamin setia.
Sayup – sayup terdengar suara fatin Sidqiah pemenang x faktor dari kamar adiknya sampai di kamar Danang.
Memilih Setia
Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin engkau adalah salah satunya
Namun engkau datang disaat yang tidak tepat
Cintaku telah dimiliki
Inilah akhirnya harus kuakhiri
Sebelum cintamu semkin dalam
Maafkan diriku, memilih setia
Walaupun kutahu cintamu, lebih besar darinya
Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu
Karena kusadar tulusnya rasa cintamu
Tak mungkin tuk membagi cinta tulusku
Karena ku memilih setia………………………
Seribu kali logikaku untuk menolak
Tapi kutak bisa bohongi hati kecilku
Bila saja diriku ini masih sendiri
Pasti kukan memilih kan memilihmu……………………..
Hemz….terasa sesak dada Danang. Apa benar yang dilantunkan fatin.pikirnya, kenyataan yang ada memang Danang merasa sayang untuk melepaskan perasaan cintanya pada Ratih. Dan salahkah bila Danangpun akhirnya memilih untuk setia dengan perasaannya.
“Danang …….., ada tamu dari sidoarjo “, panggil ibunya sambil mengetuk pelan daun pintu kamar Danang.
“sinten bu ?, tanya Danang sambil membuka pintu sedikit hanya cukup untuk kepala Danang nongol.
“Teman kuliahmu dulu, Anton “, jawab Ibu sambil memberi isyarat agar Danang cepat keluar menemui.
Danang segera keluar menutup pintu kamarnya pelan. Dengan langkah sedikit tergesa dia langsung menuju ke ruang tamu. Anton terlihat berbincang dengan bapaknya, serius.
“ Hey ….yok opo kabare rek “, teriak Danang kemudian. Anton berdiri dan dua sahabat yang dulu pernah sama – sama mencintai satu gadis yang sama itupun saling berpelukan erat, gembira.
sahabat yang saling melepas rindu.
“Baik……, he,,ni teman – teman ngajak reuni , gimana gabung enggak “, kata Anton mengutarakan maksud kedatangannya.
“dimana ?”, tanya Danang
“Cimahi…rumah Ida, Cuma angkatan kita kok, coz Ida kan mau married jadi sekalian ngundang kita, sekalian ngumpul “,. Jelas Anton
“Wah asyiiik ..terus kapan “, kejar Danang
“bulan depan akhir mei , pas liburan semester, bisa kan “.
“ bisa sekali…, eh ratih da diberitau belum “, tiba – tiba Danang menanyakan. Danang merasa sangat penasaran. Dia sangat berharap Ratih akan ikut. Betapa gembiranya oh…. Danang gak bisa membayangkan perasaan hatinya yang akan junkir balik bila Ratih ikutan.
Anton tau betul apa yang ada di pikiran Danang, sepertinya masih sama. Keinginan Anton dan Danang . sama – sama menginginkan Ratih ikut. Dan Anton akan berusaha sekuat tenaga untuk membujuk makhluk manis itu hadir dalam reuni nanti.
Sore itu Danang habiskan waktu bersama Anton dengan bercengkerama. Saling bercerita tentang masa – masa indah kuliah di UPI dulu. Saat masih satu kamar dan satu kost . Benar – benar sore yang indah………………………
Hari mingu. Ratih sedang membenahi kamar ketika ada tamu. Waktu menunjukkan angka 10.15.
“Ratih…..ada tamu”, ketok kakanya dengan keras
“ea…..sebentar…”, jawab Ratih cukup keras. Dirapikannya rambut dan bajunya sebelum menemui tamunya.
Ratih menjerit kecil tertahan begitu tau Anton yang datang. Setengah berlari dihampiri sahabat karibnya itu.
“ Anton…kok tumben, pasti bawa berita bagus ya”.
“semoga bagus bagimu, karena kalau bagus berarti kamu pasti datang”.
“Apaan :,
“Ida menikah akhir mei dan kita diundang, sekalian reuni katanya, acaranya sih lima hari setelah dia married, gimana baguskan berita yang kubawa”.
Ratih saking gembiranya sampai matanya hampir melotot.
“beneran An ?, tanya Ratih tak percaya.
“Bener….sekali, masa aku bohong sih , gimana mau ikut , ntar kita rame – rame aja , sama – sama naik kereta “. Anton berusaha menyemangati dan meyakinkan.
“ ntar aku sms ya An, aku mesti ijin mas Aris dulu , kalau bapak sama ibu sih biasanya terserah aku yang penting hati – hati”.
Anton hanya mengangguk sambil berdoa dalam hati. Ya Tuhan ijinkan makhluk manis ini ikut reuni “. Xi…xi…xi… Anton tertawa kecil.
Dan Ratih tidak perlu waktu lama untuk bisa meyakinkan kedua orang tuanya dan aris tunangannya untuk ikut gabung dengan teman – temannya.

Dipublikasi di sastra | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

MASIH TENTANG PESTA DEMOKRASI

Lebih dari satu minggu dengan sengaja aku tidak lagi aktif ngeblog atau buka internet apalagi buka FB atau Twiter, sama sekali tidak……karena aku hanya ingin mengukur tingkat kenatralanku dalam menyikapi pesta demokrasi 5 tahunan yang luar biasa ini. Mungkin ketika aku memilih salah satu jago dari kandidat presiden yang akan berlaga ditgl 9 juli nanti dikarenakan kerabat dekatku ada yang jadi bupati, atau saudaraku yang duduk di DPR sehingga aku harus memilih beliau….tetapi ternyata tidak, aku benar – benar tulus memilih beliau karena memang beliau pantas untuk dipilih dan diperjuangkan dengan kerelaan yang super aku berusaha untuk memberikan informasi yang positif ketika ada yang bertanya .
Memang aku bukan siapa – siapa apapun yang kukasampaikan juga gak akan berpengaruh terhadap perubahan situasi yang kulihat semakain kacau balau, semua orang tiba – tiba berubah telah menjadi pengamat politik, semua berpendapat dengan tanpa mempunyai landasan yang akurat baik data , ataupun informasi, karena semua yang dilontarkan dalam setiap statusnya hanya berdasarkan baca di media sosial , kalaupun menyaksikan langsung (mungkin dalam debat capres) dalam memberikan koment juga jauh dari penilaian yang tulus, kalau boleh jujur aku bisa melihat dari kalimat yang ditulis disitu pasti kutemukan ada nada sumbang, emosi, kebencian, kepentingan dan masih banyak lagi. Bukankah sebagai bangsa Indonesia kita tahu yang didalam pancasila ada sila sila yang mengatur untuk dapat hidup berbangsa dan bernegara yang apabila kita ikuti akan tercipta suatu kebangsaan yang harmonis.
Kembali pada diriku…. (maaf ini khusus pribadi loh yah, aku tidak bawa para ini itu karena aku takut mencatut orang lain mungkin satu profesi tapi beda pilihan , aku tidak mau seperti kasus Bang Iwan Fals yang gambar kaosnya diganti dengan gambar pasangan presiden tanpa seijin beliaunya, akhirnya membuat Bang Iwan Fals sang Idola, maksudku idolaku jadi marah) yang memang aku paling gak suka melihat orang untuk didiskriminasikan ..mungkin terbawa karena profesi dan pergaulanku yang selalu bersama anak anak TK (taman kanak – kanak ) yang selalu memandang masalah dengan hati yang tulus dan jujur, anak TK tidak suka diintimidasi, diancam, ditakut – takuti, dibentak apalagi melihat orang marah yang banting – banting barang. Anak TK lebih suka pada sikap yang jujur , santun, menyejukkan dan merangkulnya karena semua yang positif itu akan membuat tumbuh kembangnya akan bagus. ……yah kalau aku penulis syair atau seniman andal pasti bisa deh diartikan bahwa anak TK itu rakyat kecil…mungkin arti tulisanku ini akan lebih afdol.
Terus terang …..aku bukan bagian dari mahasiswa angkatan 1998 karena aku sudah lulus tahun 1991 , tapi masih terasa reformasi itu dalam benakku , bagaimana tidak saat itu aku begitu mengidolakan YTH bapak Reformasi yang bergelar profesor….sehingga mulai saat itu aku tergabung dalam partai yang beliau dirikan, aku bangga jadi bagian dari Reformasi walaupun tidak terlibat secara langsung , yang akhirnya ……dengan sedih hati atributku sebagai anggota partai beliau kulepas dengan berat hati, karena beliau yang kujadikan panutan ternyata telah melenceng jauh dari semangat Reformasi yang dulu beliau dengungkan, bahkan terakhir yang membuat aku miris adalah seruannya untuk ikut berperan aktif dalam PERANG BADAR di pesta demokrasi.
Yah Allah…..begitu kuatnya pengaruh kedudukan, pengaruh uang , pengaruh kekuasaan….sehingga negara yang indah dan damai ini harus menerima akibat kepentingan duniawi , kami satu saudara, sebangsa dan setanah air kenapa harus melakukan perang badar…..
Aku tercenung …..ketika membaca tabloid obor rakyat, ketika aku mendengarkan kampanye yang menyerukan bahwa orang indonesia timur karakternya suka makan, suka berkelahi atau potongan kalimat yang mengatakan bahwa semakin banyak orang indonesia ini yang LUGU…LUCU dan GUOBLOK…., ada musisi yang jenius asal surabaya yang dulu juga kukagumi dengan tanpa berfikir panjang mengatakan bahwa calon sebelah kurus kalau diajak berantem pasti kalah atau kalau jadi presiden fotonya tak akan dipasang dirumahnya. Loh ….emangnya masalah yah kalo gak dipasang dirumahnya, yang penting kalo sudah terpilih jadi presiden yah dipasang di kantor, di sekolah , di pelayanan umum dan masih banyak lagi, (he…he… tapi Mas Dhani gak akan pindah kewarga negaraan kan, kalaupun mau pindah kurasa gak apa – apa juga kali, he..he… maaf guyon mas jangan tensi Peace) belum lagi puisi – puisi yang isinya mendiskriditkan seseorang, bukankah mereka orang –orang yang berdasi itu orang yang terhormat yah , tidak bisahkan kalimat kalimatnya yang dilontarkan juga terhormat sehingga akan menyejukkan kami anak TK ups….. maaf rakyat kecil.
Teman – teman ku sebangsa dan setanah air yang tercinta marilah kita yang katanya kaum inteltual ini mencoba memberi contoh berpolitik yang baik pada teman – teman yang mungkin disekitar kita masih lemah dalam pengetahuan dengan benar, kita berikan informasi yang benar, kita berikan data yang benar, setelah itu biarkan mereka menentukan pilihannya sesuai dengan kata hatinya, tak perlu diintimidasi, tak perlu diancam, gak perlu kita ciptakan ketakutan atau perasaan was – was karena negara kita aman kok…..sangat aman karena negara kita cinta damai……
Ketika pilihanku berbeda dengan pasanganku, kukatakan padanya,….Mas biarkan kali ini aku berbeda dengan pilihanmu, tetapi seandainya…kamu belum mantap benar dengan pilihanmu dan bertanya padaku tentang alasanku yang berbeda dengan pilihanmu, aku akan menjelaskannya…. (Karena aku tahu pasanganku memilih GOLPUT,). Ketika kutanya putri cantikku (sisulung) yang baru pertama mengikuti PILPRES dan menjatuhkan pilihannya sama dengan bundanya kutanyakan alasannya KENAPA dan jawabnya bukan ikutin bunda tapi ikut pak DAHLAN ISKAN akupun menghormatinya …Aku teringat apa yang disampaikan oleh bapak Anis Bawasden….kalau kita ingin perubahan yang baik jangan biarkan orang baik berjuang sendirian….. dan akupun ingin membantunya untuk berjuang , kukatakan pada pasangan bahwa pilihan kita menentukan masa depan bangsa ini 5 thun kedepan, janganlah kita pasung demokrasi kita, janganlah kita gadaikan masa depan bangsa kita, marilah kita berpartisipasi dalam pemilihan ini, kita harus bisa berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara…..dan Alhamdulillah akhirnya kamipun sepaham, mungkin suara kami tidak akan berpengaruh tetapi paling tidak bisa mewarnai sedikit pesta demokrasi kali ini.
OK teman – teman kami telah menentukan pilihan……bagaimana dengan anda, Monggo..bebas untuk menentukan pilihan , kami tidak akan menyebar kampanye hitam, kami tidak akan mengatasnamakan PARA ini dan itu , karena kami ingin teman – teman bisa memandang suatu masalah dengan pikiran yang jernih …..dan Selamat Memilih….salam Damai dari……… Catatan Nining

Dipublikasi di motivasi | Tag | Tinggalkan komentar

Pesta Demokrasi

Pesta Demokrasi

Kawan kita adalah pribadi yang berbeda
Maka kita juga punya pilihan yang berbeda
Tetapi dengan perbedaan ini, tak perlulah kita saling bermusuhan
Demi persahabatan dan pertemanan kita yang mulia
Maka tidak sepatutnya kita saling menghujat, mengecam apalagi memfitnah
Pilihan dari teman, sahabat atau mungkin keluarga kita
Karena sejatinya jago – jago dari pilihan kita masih manusia biasa seperti kita
Yang sangat jelas mereka bukan manusia sempurna
Dan dapat dipastikan mereka juga pasti punya kekurangan dan kelebihan
Teman dan sahabat tercinta …….
Marilah kita belajar berpikir posistif baik kepada lawan ataupun kawan
Karena kita insan cerdas yang mampu berlaku bijak
Saya percaya ketika pesta demokrasi sudah selesai Dan akan ada yang terpilih menjadi sang juara
Maka tak mungkin kita bisa menghindarinya. Kita tetap harus mengikuti aturan yang ada.
Tak mungkinkan kita akan demonstrasi apalagi pergi keluar dari indonesia karena merasa kecewa dengan tidak terpilihnya jagoan kita.
Percayalah siapapun jagoan kita, pastilah mereka yang terbaik dan terunggul diantara berjuta warga penduduk indonesia raya …
Sekarang saatnya kita suport mereka yang berlaga di pesta demokrasi indonesia ini
Dengan sikap yang positif dan sportif…..
Demi terciptanya kedamaian..di negara kita Indonesia
Untuk semua teman dan sahabatku tercinta…..marilah kita mulai berjabat tangan
Kita buat perbedaan ini menjadi pembelajaran dan penempaan diri
Kita hormati pilihan mereka niscahya merekapun akan menghormati pilihan kita
Yang perlu kita ingat dan tanamkan dalam diri adalah Walau pilihan berbeda tapi kita tetap inginkan yang terbaik untuk ibu pertiwi tercinta……
So.. ucapkan salam damai dan tanamkan semangat demokrasi yang sehat kepada lawan dan kawan
Hidup demokrasi Indonesia…..Salam….. Merdeka !!!!!!

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan komentar