Alat Peraga Alternatif dalam pembelajaran Bahasa di TK

KASET  REKAMAN ALAT PERAGA ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA ANAK TK

 

        Usia pra sekolah (TK) merupakan usia yang  efektif untuk  mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak, karena TK adalah pendidikan persiapan awal agar  anak  memiliki kemampuan dasar untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

         Tujuan pendidikan TK adalah membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikhis maupun fisik anak untuk siap memasuki pendidikan dasar.

         Bidang pengembangan kemampuan berbahasa di taman kanak –kanak bertujuan untuk mengembangkan asppek bahasa yang ada pada anak, sehingga mereka dapat ber  komunikasi dengan baik dengan lingkungannya, tetapi tidak jarang terjadi di taman kanak –kanak bahwa kemampuan  anak untuk mendengarkan,berbicara ataupun bercerita mengalami kesulitan.,ini merupakan tantangan bagi guru TK.dimana anak usia TK dalam ilmu jiwa perkembangannya sedang mengalami fase peralihan dari masa egosentris ke masa sosial dimana anak dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru (sekolah}.Mengingat hal tersebut maka kemampuan berbahasa merupakan unsur yang perlu dikembangkan di TK.Melalui kemampuan berbahasa anak diberi bimbingan untuk mengembangkan bahasanya secara wajar dan tepat.

           Oleh karena itu kemampuan profesional guru dalam mengelolah kegiatan belajar mengajar sangat diperlukan. Guru harus mempunyai keahlian dalam menyampaikan bahan ajar kepada anak didik. Dengan alat peraga yang sesuai dengan kemampuan dan tingkat berfikir anak akan mempermudah dalam menerima pelajaran.

 

I. KEMAMPUAN BAHASA ( INDIKATOR 5)

            Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting karena bahasa berfungsi sebagai alat untuk menyatakan pikiran dan perasaan kepada orang lain juga berfungsi sebagai alat untuk memahami perasaan dan pikiran orang lain. Adapun tujuan dari dilaksanakan Bidang pengembangan bahasa di TK adalah;

 

.

  1. Membangkitkan kemampuan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, sikap dan pendapat melalui bahasa yang sederhana dan tepat.
  2. Mengembangkan minat untuk berbahasa.
  3. Mengembangkan kemampuan menagkap pembicaraan orang lain.
  4. Mengembangkan kosa kata anak.
  5. Mengembangkan kemampuan berfikir logis dan sistimatis.

Sedang bidang pengembangan kemampuan bahasa (indicator 5) menyebutkan tentang mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita dengan sederhana. Pada dasarnya anak suka bercerita, antuisme mereka berasal dari suatu tempat yang sangat dalam di jiwa mereka. Kegiatan bercerita merupakan cara yang efektif untuk mengkomunikasikan pengetahuan, selain itu kegiatan ini memberikan peluang bagi anak untuk memasok image batin untuk menyamai image yang ada dalam cerita, dan ini menyebabkan kekuatan visualisasi anak. Sedangkan tujuan khusus bercerita menurut pedoman guru bidang pengembangan kemampuan bahasa (1991) yaitu (1) melatih daya tangkap (2) melatih daya pikir (3) melatih daya konsentrasi (4) membantu perkembangan fantasi (5) menciptakan suasana menyenangkan.

 

II. ALAT PERAGA AUDIO (KASET REKAMAN)

        Sesuai dengan pertumbuhan anak TK yang mula mula tertarik pada sesuatu yang nyata daripada yang abstrak, maka dalam pshikologi belajarpun dapat  kita peroleh landa san teoritis   bahwa pengetahuan yang diamati dan diadakan pengenalan akan mendapatkan kesan yang baik untuk nantinya disimpan sebagai tanggapan yang dapat mempermudah di dalam proses reproduksi dalam rangka fantasi dan asosiasi anak didik ,maka dalam kegiatan belajar mengajar selain metode, bahan ajar, sikap guru juga alat peraga mempunyai peranan penting sebagai alat bantu mengajar untuk mempermudah komunikasi dengan anak dan membangkitkan minat sehingga akan timbul perhatian anak terhadap pelajaran, termasuk alat peraga audio yaitu alat peraga yang dapat menyampaikan pesan yang diterima oleh indera telinga yaitu jenis rekaman cerita.

 

 

 

III. HUBUNGAN KASET REKAMAN DENGAN KARAKTERISTIK ANAK TK DITINJAU DARI 3 SEGI ;

  1. Segi fisik

Anak usia 4 – 6 tahun disebut anak usia prasekolah  (TK) mengalami tingkat tumbuh kembang  yang sangat pesat. Organ – organ tubuhnya berkembang dengan baik seiring  dengan aktifitasnya. Begitu  pula dengan alat inderanya , dalam hal ini indera pendengaran  dan kemampuan intelegensi untuk mengolah memori yang didapat .Rekaman  cerita memberikan pengalaman mendengar.Apa yang mereka dengar akan menimbulkan tanggapan dalam ingatan.. Demikian pengalaman – pengalaman itu turut membentuk jiwa seseorang. Oleh karena itu melalui rekaman siswa di sekolah   akan memperoleh pengaruh yang berharga bagi pembentukan pribadinya .

  1. Segi Mental  

Dalam hal ini  anak usia 4 – 6 tahun yang disebut juga usia prasekolah     (TK) menginjak masa peka, anak mulai sensitive untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi dirinya, dimana pada usia ini anak mulai merespon  stimulus / rangsangan yang diberikan  lingkungan. Selain itu mnurut Dr.Benyamin Bloom  perkembangan kecerdasan anak akan mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80% . Upaya – upaya pendidikan yang diberikan hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan strategi, metode, materi, dan media yang menarik serta mudah diikuti anak .Dengan media yang baru dalam hal ini kaset rekaman bagi anak diharapkan dapat merangsang motivasi anak untuk lebih kreatif dalam berexplorasi dan membangkitkan rasa ingin tahu.

 c.   Segi sosial

Dalam perkembangannya anak usia 4-6 tahun sedang mengalami fase peralihan dari masa egosentris kemasa social. Dalam kegiatan belajar mengajar guru harus mampu menciptakan suasana yang penuh perhatian dan kasih sayang sehinga anak dapat mengembangkan rasa percaya dirinya sendiri terhadap teman atau orang lain serta dapat bersosialisasi baik dalam keluarga, kelompok maupun lingkungan. Dalam kegiatan bercerita dengan mendengarkan rekaman cerita sangat membantu anak dalam mengembangkan kemampuan sosialisasinya.Rekaman bias menarik perhatian penuh para siswa yang mendengarkan. Mereka akan berkerumun secara berkelompok apabila mendengarkan rekaman yang diputar. Mereka selain mendengarkan juga melakukan kegiatan seperti mengikuti pelan-pelan kalimat yang didengar, bertanya dalam hati dan mencoba menjawabnya, menarik kesimpulan dan saling bercerita diantara kelompok untuk mencocokkan apa yang telah didengarnya.

 

IV. PRINSIP PELAKSANAAN BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA AUDIO (KASET REKAMAN)

       Kegiatan belajar mengajar dalam bercerita dengan rekaman, selain menuntut anak dapat berkosentrasi dengan baik juga harus memahami isi cerita yang didengarnya. Anak disuruh mendengarkan isi cerita yang telah direkam dengan seksama dan bila perlu dipu tar ulang. Selain itu anak  diajak tanya jawab,lalu satu persatu anak disuruh manceritakan kembali isi cerita dengan bahasa yang sederhana dan benar. Yang perlu diperhatikan dalam kegiatan bercerita /menceritakan kembali isi cerita menurut Fred  J.Schonel(1997) yaitu;

  1. No remarks were made
  2. No injuction given.
  3. No suggestion put forward.
  4. No question answered.
  5. No spelled any and all of which procedures can.
  6. If not strictly observed, distract the child from his own ideas to those or other people.

 Bila diterjemahkan secara bebas adalah sebagai berikut :

  1. Tidak boleh membuat ucapan berupa teguran.
  2. Tidak boleh memberi perintah / keputusan.
  3. Tidak boleh mempengaruhi.
  4. Tidak boleh menjawab pertanyaan.
  5. Tidak boleh mengeja beberapa kata atau semua prosedur yang ada.
  6. Tidak boleh mengamati dengan ketat / mengalihkan perhatian. Anak.

       Sedangkan penilaian karena yang dihadapi anak TK maka yang paling penting ialah  kesesuaian isi cerita. Sedangkan struktur kalimat tidak menjadi pertimbangan.

 

 

V. KESIMPULAN

 

       Menurut pengamatan penulis kesulitan siswa dalam mendengarkan dan menceritakan kembali isi cerita dengan sederhana selain media pembelajaran (alat peraganya) tidak menarik juga disebabkan anak usia TK masih sulit untuk memusatkan perhatian dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu dalam kegiatan mendengarkan dan menceritakan kembali isi cerita di TK diperlukan alat peraga yang menyenangkan , menarik dan merangsang kreatifitas anak yaitu, alat peraga audio (kaset rekaman) , yang tidak saja harus disesuaikan dengan tujuan , materi, dan evaluasi , tetapi juga harus memperhatikan karakteristik dan kemampuan dasar anak, gaya belajar atau kebiasaan yang dimiliki anak. Kedepannya alat peraga audio (kaset rekaman) dapat diberikan pada kegiatan lain yang ada  pada bidang pengembangan TK.

 

Diterbitkan oleh

leoniya (nining)

guru TK yang selalu ingin berbagi tentang pendidikan anak usia dini, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s