Contoh PTK TK

BAB II

KAJIAN TEORITIS

 

  1. A.     Permainan pengenalan Tutup botol

Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di Taman Kanak – Kanak, karena melalui bermain anak diajak bereksplorasi, menemukan dan memantaatkan objek – objek yang ada di sekitar anak, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. Disini guru mempunyai peran yang sangat penting dalam pengembangan bermain anak.

Pengembangan fisik motorik merupakan salah satu bagian pengembangan kemampuan dasar di Taman Kanak – Kanak yang mengarah pada kegiatan untuk melatih motorik kasar dan motorik halus. Dalam pengembangan fisik atau jasmani anak di Taman Kanak – Kanak yang dimaksud dengan gerak adalah perubahan posisi dari tempat semula sebagai akibat adanya rangsangan baik dari luar atau dari dalam diri anak. Menurut Gallahne ( 1998 ) berpendapat terdapat lima tingkatan dalam belajar gerak yaitu tingkat penjelajahan (exsploration) tingkat penemuan (discovery), tingkat gabungan (coordination), tingkat pemilihan (selection), tingkat penghalusan (refine).

Kelima tingkatan tersebut kiranya dapat dicapai melalui kegiatan belajar aktif. Belajar aktif  adalah sebagai proses, merupakan pendekatan belajar yang memberi ruang kepada anak utnuk berperan aktif dalam kegiatan belajar. Pendekatan belajar aktif akan membuat anak melakukan eksplorasi dan tindakan kreatif. Yang paling penting, anak melakukannya sendiri: menemukan, melihat, mencoba, bertanya, dan memecahkan masalah sendiri. Daya kemampuan anak itu perlu difasilitasi dan digerakkan, tentu saja oleh  guru. Itu berarti, di dalam kelas guru berperan sebagai fasilitator dan dinamisator. Guru lebih sebagai partner, teman, kakak, dan sahabat yang menyenamgkan bagi anak-anak.

        Pihak yang penting dominan perannya dalam pemberdayaan sumber

kegiatan belajar mengajar (KBM) guru sering kali mendominasi proses kegiatan sehingga anak akan menjadi pasif. Kalaupun anak melakukan kegiatan tentu atas instruksi dan perintah guru (sistem komando). Selain itu anak lebih banyak mendengar ceramah yang bersifat lisan verbal. Kalau sudah begitu apa yang terjadi? Menurut filsuf cina konfucius ”Apa yang saya dengar saya lupa, apa ang saya lihat saya ingat, apa yang saya lakukan saya paham”.

Sedangkan permainan konsep matematika melalui tutup botol adalah  pengembangan dari kegiatan permainan yang melibatkan gerakan yang bertujuan melatih koordinasi antara mata, tangan, dan kaki. Dimana dalam permainan tutup botol anak – anak diajak untuk bergerak dan menemukan jawaban (discovery), artinya anak – anak harus dapat menemukan jawaban dari soal yang ditunjukkan oleh peneliti dalam bentuk penjumlahan dan pengurangan.

 Sedangkan fungsi dari permainan tutup botol ini adalah untuk memberikan kesenangan pada anak karena dapat dilakukan di dalam kelas ( in door ) maupun diluar luar kelas (Out door) diharapkan anak dapat bebas bereksplorasi dan berekspresi. Selain itu memantaatkan barang / benda yang ada di sekitar anak sehingga dapat melatih anak untuk menghargai lingkungan di sekitarnya dan yang terpenting untuk melatih ketrampilan, ketangkasan gerak dan berfikir anak, dan anak  dapat meningkatkan perkembangan sosialisasi anak.


 

  1. B.     Motivasi Belajar Anak Bidang Pengembangan Kognitif Indikator 29 (Mengenal Penjumlahan dan Pengurangan)

Motivasi merupakan salah satu unsur penting dalam proses belajar mengajar. Menurut Keller ( 1993 ) membedakan motivasi belajar menjadi dua kelompok yaitu motivasi yang ada dalam diri siswa ( intern ) dan motivasi yang ada dalam pembelajaran ( extern ). Yang artinya bahwa muculnya motivasi bisa karena pengaruh dari dalam diri sendiri atau dari luar dirinya sendiri.

Materi pembelajaran pengenalan penjumlahan dan pengurangan di Taman Kanak – Kanak dengan menggunakan benda – benda konkrit, menurut J. Piaget bahwa untuk meningkatkan perkembangan mental anak ke tahap yang lebih tinggi dapat dilakukan dengan memperkaya pengalaman konkrit, karena dasar perkembangan mental anak melalui pengalaman – pengalaman aktif dengan menggunakan benda – benda di sekitarnya. Lebih lanjut J. Piaget mengemukakan, bahwa ada tiga tahapan untuk membangun proses pengetahuan yaitu:

1  .Asimilasi

             Proses asimilasi berupa proses aktif dalam menggunakan skema untuk merespon lingkungan. Proses ini adalah proses penyatuan informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada dalam benak anak.

2. Akomodasi.

             Akomodasi merpakan penyesuaian aplikasi skema yang cocok dengan lingkungan yang direspon, atau penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru.

3. Equilibrium

             Equilibrium adalah keseimbangan antara skema yang digunakan dengan lingkungan yang direspon sebagai hasil ketepatan akomodasi, atau penyesuaian antara asimilasi dan akomodasi.    

Selain itu Bloom berpendapat bahwa mempelajari bagaimana belajar (learning to learn) yang terbentuk pada masa pendidikan Taman Kanak – Kanak akan tumbuh menjadi kebiasaan di tingkat pendidikan selanjutnya (SD). Hal ini merupakan cara belajar mendasar yang meliputi kegiatan yang memotivasi anak untuk menemukan kesenangan dalam belajar, mengembangkan konsep diri ( perasaan mampu dan percaya diri ) melatih kedisiplinan, keberminatan, spontanitas, misiatit, dan apresiatif.

 

C.Pelaksanaan Permainan tutup botol dalam Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan pada Siswa Kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan  Karangrejo.

            Kegiatan belajar pengenalan penjumlahan dan pengurangan dengan media permainan tutup botol selain menuntut anak dapat berkonsentrasi dengan baik juga bermaksud memberikan kesenangan pada anak. Dengan belajar di luar kelas (Out door) diharapkan anak mendapatkan keleluasaan untuk menanggapi suatu kegiatan belajar dengan positif, tertawa, antusias, dan bersenang – senang. Sehingga diharapkan pembelajaran penjumlahan dan pengurangan dapat memberikan umpan balik yang baik / positif juga.

Dalam permainan tutup botol ini anak – anak diharapkan dapat menyelesaikan soal yang ditunjukkan guru dalam bentuk penjumlahan dan pengurangan tanpa merasa sedang belajar.

 Setelah anak melihat soal yang ditunjukkan guru, anak mulai menghitung tutup botol yang sebelumnya oleh guru sudah disediakan oleh guru sejumlah tutup botol yang akan digunakan oleh anak.,disini anak disuruh untuk memainkan sendiri permainan tersebut dengan jalan menyebar tutup botol tersebut dengan melalui gaya yang dipilih oleh anak itu sendiri.

Setelah tutup botol ditebar, anak disuruh menghitung sendiri berapa tutup yang posisinya tertutup dan berapa tutup botol yang posisinya terbuka.Kemudian anak disuruh menuliskan sendiri jumlah tutup botol tersebut pada lembar kerja yang sudah disediakan sebelumnya.

Dari kegiatan dan permainan ini anak akan dapat menemukan sendiri angka berapa yang harus ditulis pada lembar kerja tanpa harus tergantung pada perintah gurunya maupun teman-temannya, karena antara anak yang satu dengan anak yang lain akan menemukan angka yang berbeda sehingga anak dapat belajar   berfikir terperinci (elaborasi).

 Sedangkan untuk penilaian yang diberikan pada anak berupa simbol (ê). Untuk anak yang dapat menuliskan angka dan dapat menghitung tutup botol tersebut secara benar dan tepat dapat rewardêêêê, yang dapat menyelesaikan dengan tepat êêê, yang belum tepatêêdan yang tidak terlibat / tidak menyelesaikan dapat ê. Dan dari masing – masing bintang (ê) mewakili angka yang sudah ditentukan.:

                                   êêêê                       Mewakili angka 4

                                   êêê              Mewakili angka 3

                                   êê                              Mewakili angka 2

                                   ê                                  Mewakili angka 1

 

 

Diterbitkan oleh

leoniya (nining)

guru TK yang selalu ingin berbagi tentang pendidikan anak usia dini, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s