PTK TK (Abdtraksi dan BAB I)

ABSTRAKSI

 

Dalam kegiatan belajar mengajar pada dasarnya guru TK harus mampu menyiapkan dan menggunakan alat yang dapat dilihat, diraba, dan dirasa karena anak TK masih dalam taraf berfikir konkrit menuju abstrak. Dan yang terpenting dalam penggunaan alat peraga atau media belajar dalam Kegiatan Belajar Mengajar harus dapat:

  1. Mendukung dan membantu kegiatan Belajar Mengajar sehingga menjadi menarik dan lebih jelas.
  2. Mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak (perilaku maupun kemampuan dasar anak).

Anak usia TK adalah masa yang sangat strategis untuk mengenalkan berhitung, karena usia TK sangat peka terhadap rangsangan yang diterima dari lingkungan. Apabila kegiatan berhitung diberikan melalui permainan tentu akan lebih efektif karena bermain merupakan wahana belajar dan bekerja bagi anak. Kesenangan anak dalam penguasaan konsep berhitung dapat dimulai dari diri sendiri ataupun akibat rangsangan dari luar seperti permainan kumpul batu kerikil dalam proses belajar berhitung tepatnya kegiatan belajar penjumlahan dan pengurangan. Diyakini apa yang dipelajari sesuai dengan minat, kebutuhan, kesenangan dan kemampuan anak akan lebih berhasil. Oleh karena itu dalam belajar penjumlahan dan pengurangan siswa kelompok B Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan Karangrejo kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan dikenalkan melalui media permainan konsep matematika melalui permainan tutup botol. Karena selain bermain dapat memberikan kesenangan juga dapat membantu mengembangkan potensi fisik (melalui gerak), kognitif (pengenalan penjumlahan dan pengurangan), kemandirian, sosial, emosional.


 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………………..

LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………………………..

SURAT PERNYATAAN ………………………………………………………………………

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………

ABSTRAKSI ………………………………………………………………………………………..

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah ………………………………………………………………..

B.  Rumusan Masalah ………………………………………………………………………..

C.  Hipotesis Tindakan ………………………………………………………………………..

D.  Manfaat Penelitian ………………………………………………………………………..

E.   Batasan Masalah ………………………………………………………………………….

BAB IIKAJIAN TEORITIS

A.  Permainan tutup botol …………………………………………………………………..

B.  Motivasi Belajar ……………………………………………………………………………..

C.  Pelaksanaan Permainan dalam Pembelajaran ……………………………

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A.  Tempat dan Subyek Penelitian ……………………………………………………..

B.   Perencanaan ………………………………………………………………………………..

C.   Prosedur Pelaksanaan …………………………………………………………………

D.   Laporan Hasil Penelitian ………………………………………………………………

BAB IV PENUTUP

A.  Kesimpulan ……………………………………………………………………………………

B.  Implikasi …………………………………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA 

LAMPIRAN

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.     Latar Belakang Masalah

     Pada hakekatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar mengajar  merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajan.

           Begitu pentingnya arti seorang guru di depan kelas yang berhadapan langsung dengan anak-anaknya, oleh karena itu seorang guru harus mampu memberikan kegiatan yang menyenangkan dan mengasikkan, sehingga anak-anak tidak cepat merasa bosan tinggal dan belajar dengan gurunya.

          Pemilihan permainan dan sumber belajar yang bervariatif sangat membantu guru dalam mengelola kelas sehingga kelas tidak kering dan selalu penuh dengan kegirangan anak-anak. Hal ini memungkinkan kelas menjadi lebih hidup. Pemilihan permainan dan media belajar tentunya juga harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak didik, utamanya anak TK. Karena usia anak TK sangatlah sensitive sekali terhadap rangsangan dari luar, oleh karena itu guru juga harus mampu memilih jenis permainan dan media belajar yang tepat di usia ini.

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiiiki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pada dasarnya tujuan pendidikan mencakup tiga aspek yaitu, (1) aspek kognitif, (2) aspek afektif, (3) aspek psikhomotor. Ketiga aspek saling berkaitan dan bergantungan dalam pembentukan perkembangan dan pertumbuhan anak Taman Kanak – Kanak.

Taman Kanak – Kanak sebagai lembaga pendidikan formal anak sebelum anak memasuki Sekolah lebih lanjut, dianggap sangat penting, karena bagi anak usia TK ini merupakan golden age ( masa / usia emas ) yang didalamnya terdapat masa peka. Sehingga diharapkan pendidikan Taman Kanak – Kanak benar -benar dapat menyiapkan anak – anak untuk belajar berbagai materi yang ada di SD, salah satunya adalah mengenal penjumlahan dan pengurangan.

Seperti yang tertera pada bidang pengembangan kognitif indikator 29. Tetapi kenyataan yang ada pada siswa Taman kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan Karangrejo, kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan  pada Tahun Pelajaran 2008 – 2009 Semester II, hasilnya kurang maksimal. Ini semua disebabkan karena guru kurang kreatif dalam memotivasi belajar dan menyiapkan media belajar yang bervariasi dalam kegiatan belajar penjumlahan dan pengurangan. Sehingga anak cepat bosan dan kurang menikmati dalam kegiatan belajar mengajar khususnya pada bidang pengembangan kognitif indikator 29.

Berpijak dari masalah inilah peneliti berusaha melakukan perbaikan pembelajaran agar standar kompetensi dapat tercapai dengan baik. Upaya yang dilakukan peneliti selaku guru kelas dalam meningkatkan kemampuan mengenal penjumlahan dan pengurangan adalah dengan penyediaan alat peraga atau media pembelajaran yang lebih variatif yang bertujuan untuk memberikan rangsangan / motivasi pada siswa.

Sesuai dengan prinsip belajar di Taman Kanak – Kanak adalah belajar sarnbil bermain, atau bermain seraya belajar, karena dunia anak Taman Kanak – Kanak adalah dunia bermain. Maka seluruh kegiatan pengembangan anak TK dilaksanakan melalui kegiatan bermain dan dalam hal ini peneliti mengajak anak – anak bermain permainan tutup botol yang dapat dilaksanakan baik didalam kelas maupun diluar kelas (Out door), untuk meningkatkan kemampuan penjumlahan dan pengurangan (kognitif indikator 29).

 

  1. B.    Perumusan Masalah
  2. Apakah permainan pengenalan konsep matematika melalui permainan tutup botol ini dapat meningkatkan motivasi belajar penjumlahan dan pengurangan siswa kelompok B di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita persatuan Karangrejo, kecamatan kawedanan kabupaten Magetan?

 

  1. C.    Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah jika pembelajaran dilakukan dengan menggunakan permainan tutup botol maka motivasi belajar penjumlahan dan pengurangan siswa kelompok B di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan Karangrejo.

 

  1. D.    Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat diharapkan dapat diperoleh dan penelitian ini yaitu:

  1. Bagi guru.
  2. Dapat digunakan sebagai acuan untuk memilih sumber belajar yang murah meriah
  3. Dapat memotifasi guru bahwa permainan itu tidak harus pengadaan dari pabrik, apapun yang ada di sekitar kita bias menjadi sumber belajar.

3. Teman sejawat, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak.

 

  1. Bagi siswa,
  2. hasil penelitian ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
    1. Penguasaan terhadap konsep bilangan menjadi lebih cepat dan tepat
      1. Bagi Kepala Sekolah ( TK )

1. hasil penelitian dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan demi peningkatan kualitas sekolah ( Taman Kanak -Kanak).

 

  1. E.     Batasan Masalah
    1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan Karangrejo kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.
    2. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret 2008 ( Semester II)
    3. Materi  /  bahan  ajar  /  kegiatan   belajar  yang  disampaikan  Bidang Pengembangan Kognitif Indikator 29 ( pengenalan penambahan dan pengurangan ).

 

Diterbitkan oleh

leoniya (nining)

guru TK yang selalu ingin berbagi tentang pendidikan anak usia dini, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s