Management Profil Anak

Ketika kita dikaruniai anak , kita belum tahu bagaimana jadinya kelak. Yang jelas anak rumah yang dipenuhi kasih sayang dan dukungan bagi pertumbuhan dan perkembangan pikirannya yang unik, termasuk jenis pikiran yang tidak dapat dimengerti orang tua, bahkan untuk orang tua yang mempunyai lebih dari satu anak, mereka paham bikan, betul tentang perbedaan nyata antara anak-anaknya. Perbedaan tersebut memang nyata dan signifikan, oleh karena itu orang tua harus hati – hati dalam memandang masing – masing anak sebagai individu yang unik, berbeda dari yang lain. Orang tua juga harus mampu memberi respon yang tepat dan baik terhadap apa yang mereka lihat dan rasakan pada masing – masing anak.

Jadi orang tua tidak perlu membanding- bandingkan anaknya karena masing – masing anak itu berbeda kelebihan dan kelemahannya. Masing – masing akan berhasil dibidangnya sendiri – sendiri apabila sama – sama diberi kesempatan untuk mengembangkan minat  dan bakatnya disesuaikan kemampuannya.

Kelebihan dan minat seorang anak merupakan kunci dari pikirannya yang unik, kelebihan seorang anak harus ditumbuhkan walau kelebihan itu tidak sama dengan keinginan orang tuanya, Mereka harus melihat bahwa ada banyak cara untuk memupuk, sejatinya anak – anak senang mendapat pujian, terutama dari orang tua , tetapi orang tua harus jujur dan jelas atas pujian yang diberikan.

Meskipun orang tua berhak mengarahkan anak – anak disekolah , orang tua harus hati – hati melakukannya. Bila anak mengalami kesulitan dilingkungannya (bermain atau sekolah) orang tua tidak perlu memperjuangkan segalanya untuk membantu anak. Anak perlu belajar menyelesaikan sendiri konfliknya, baik dengan guru atau teman . Kemampuan anak dalam mengatasi masalah seperti ini merupakan inti dari pendidikan anak. Orang tua hanya berperan sebagai konsultan yang memberikan masukan mengenai cara menghadapi situasi yang sulit, diyakinkannya anak bahwa masalah pasti dapat diselesaikan dengan baik.

Sebenarnya ego anak itu sangat rapuh, dimana anak selalu ingin membuat orang tuanya bangga . Anak yang merasa telah mengecewakan orang tuanya, emosinya bisa meledak, anak seperti ini biasanya akan menarik diri, agresif, cemas dan tak berdaya, pesimis yang akhirnya akan menurunkan motivasi belajarnya.

Oleh karena itu orang tua harus hati – hati sehingga tidak perlu terlalu mengkritik negatif, kalaupun harus mengkritik harus diimbangi dengan pujian. Selain itu orang tua juga perlu berhati- hati dalam bicara karena anak bisa menyerapnya dengan harafiah dan serius, dan yang tidak kalah penting orang tua harus belajar mendengarkan anak. karena anak usia sekolah menyimpan banyak perasaan – perasaan yang terbelenggu, yang seluruhnya perlu diekspresikan, maka orang tua harus bisa menjadi pendengar yang baik (hindari kritikan, menyepelekan, atau terkesan menggurui apalagi mencemooh), karena anak memerlukan orang tua yang tenang dalam menanggapi cerita atau keluhan mereka.

Yang paling penting orang tua dan sekolah harus dapat bekerjasama dalam mendidik anak. Orang tua perlu mengetahui dengan jelas target yang akan dicapai sekolah, dan kemudian mendorong anak untuk mencapai target itu. Di rumah keluarga disamping menumbuhkan rasa kasih sayang, nilai – nilai moral spiritual, disiplin, kesehatan, dan rasa aman juga perlu memberi kesejahteraan perkembangan otak, untuk itu langkah -langkah yang perlu diterapkan adalah :

1. orang tua perlu memberi kesempatan pada anak untuk bercerita tentang pengalaman sekolahnya.

2. Aktifitas pasif perlu dibatasi (melihat TV ) , jangan biarkan mendominasi kegiatan keluarga.

3. Orang tua mengajak diskusi berbagai ide, pemecahanan masalah bersama anak.

4. Anak – anak perlu melihat orang tua membaca buku, koran, majalah, (Peneladanan untuk gemar membaca).

5. Kegiatan yang terjadwal (les dan sejenisnya dibatasi) sehingga anak dapat melakukan brain storming, latihan kreativitas, dan mengembangkan imajinasinya.

6. Orang tua  perlu menghargai produktivitas anak, bukan hanya terpaku pada nilai raport tetapi lebih dari itu.

7. Orang tua harus terlibat aktif dalam pembelajaran anak – anak.

Untuk sekolah sendiri mesti bisa menjadi tempat yang aman dimana anak -anak bebas mngambil resiko intelektual. Seorang anak bebas mengemukakan pendapat atau pernyataan yang bisa saja salah dan tidak sesuai dengan pandangan guru. Anak – anak juga diberi kesempatan untuk mengoreksi kesalahannya sendiri dan anak – anak juga aman dari olok – olok teman dan cemoohan guru. Dengan demikian kita telah bisa memberikan tempat diamana semua anak bisa merasa pintar dan menjadi pintar, karena tidak semua anak harus pntar dengan cara yang sama ini disebabkan setiap anak mempunyai otak yang terspesialisasi.Otak yang tidak didesain untuk menguasai semua hal, dan tugas kita sebagai orang tua dan guru adalah memberi kesempatan bagi anak untuk meningkatkan kelebihan serta minat mereka apapun bentuknya,

Diterbitkan oleh

leoniya (nining)

guru TK yang selalu ingin berbagi tentang pendidikan anak usia dini, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s