contoh studi kasus (BK)

STUDI KASUS

Nama Klien : Alfian Rionando

Kelas          : TK (klp B)

Umur           : 6 Tahun

Nama OT     : Drs. Rahmat

Pekerjaan    : PEMDA (PNS)

Konselor      : Dra. Suratiningsih S.Pd

Keterangan: Ketika masuk sekolah pertama Alfian termasuk anak yang pendiam cenderung pemurung dan pemalu (tidak mau bergaul dengan teman).

Kesan Umum : Alfian anak yang pemalu, kalau ditanya sama orang yang belum dikenal dengan baik tidak merespon dan membuang muka (cuek) . Suka memainkan baju atau kadang mengenyot jempol  (ibu jari) , tetapi kadang – kadang dia juga bisa bereaksi dengan luar biasa bila mendapatkan sesuatu yang cocok (menjerit keras dan melompat)

 

Keadaan fisik : Kondisi fisik Alfian normal dengan catatan berat tubuh dan tinngi badan amat ideal untuk ukuran anak TK. Kelima inderanya berfungsi dengan baik , hanya yang menghambat adalah perbendaharaan kata – kata yang dia punya sangat minim, dan sedikit cadel sehingga dalam berkomunikasi sering tidak jelas

 

Kecakapan : Kecakapan Alfian biasa – biasa saja (tidak ada yang menonjol) , cenderung lemah untuk kecakapan berbahasa dan kemampuan fisik motorik (karena Alfian sering cepat lelah apabila ikut Olah raga)

 

Penyesuaian Sosial : Alfian cenderung menunjukkan keterlambatan dalam perasaan dan perkembangan sosial. Alfian tidak mudah bisa bergaul dengan teman sebayam dia lebih suka menyendiri , kalaupun berteman dia lebih nyaman bermain dengan adik kelas (anak yang dibawah umurnya). Keinginan dan minatnya normal. Hubungan dalam keluarga baik Ayah, Ibu maupun kakaknya normal, bahkan Alfian menjadi anak yang istimewa didalam keluarganya..

 

Interprestasi : Alfian adalah anak yang sebenarnya normal dalam hal kecerdasan/ kecakapannya. Kemundurannya dalam prestasi belajar / sekolah lebih disebabkan karena kurang bisa menyampaikan dan menerima bahasa (ini disebabkan anaknya yang terlalu pendiam, minimnya perbendaharaan bahasa anak dan cadelnya sehingga anak untuk berkomunikasi dengan teman, Alfian takut jadi bahan tertawaan teman ).

 

Rekomendasi Kemunduran dalam prestasi sekolah akan dapat diatasi dengan memberikan bimbingan yang baik dalam penguasaan bahasa dan menumbuhkan kepercayaan yang tinggi pada anak.

Untuk Orang Tua :

1. Sering mengajak Alfian untuk bertukar pendapat

2. Memberi kepercayaan pada Alfian untuk dapat tampil sebagai pribadi yang dihargai (disuruh mengantar sesuatu ke tetangga/ menerima telepon dan lain – lain ) melatih komunikasi dua arah

3. Memperlakukan Alfian sama dengan kakaknya ( tidak memberi keistimewaan dalam perlakuan apapun)

4. Mengusahakan agar Alfian sering bermain / bergaul dengan teman sebaya di rumahnya ( atau Alfian bisa dimasukkan dalam club tertentu yang sesuai dengan bakat /minatnya)

5. Menanamkan rasa tanggung jawab dengan memberikan kepercayaan pada anak ( misalnya : menyuruh anak membayarkan uang spp ke gurunya).

6. Biarkan anak sekolah sendiri, cukup diantar sampai pintu gerbang, melatih keberanian anak.

7. Bekerjasama dengan tenaga medis untuk kesehatan Alfian terutama untuk kondisi fisiknya yang cepat mengalami kelelahan apabila beraktivitas.

Diterbitkan oleh

leoniya (nining)

guru TK yang selalu ingin berbagi tentang pendidikan anak usia dini, semoga bermanfaat

Satu tanggapan untuk “contoh studi kasus (BK)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s