LARANGAN – LARANGAN BAGI WANITA YANG BERIMAN

LARANGAN – LARANGAN
BAGI WANITA YANG BERIMAN

1. Mencabut alis , menyambung ranbut , membuat tatto , mengikir gigi ( pangur )

Rasululloh SAW bersabda ,” Alloh melaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta agar rambutnya disambung , wanita yang mentatto dan meminta gar dia ditatto.”

Dari Ibnu Abbas RA , ia berkata ,” Para wanita yang menyambung rambutnya dan meminta agar rambutnya disambung , wanita yang mencabut alis dan meminta agar alisnya dicabut , wanita yang mentatto dan meminta agar dia ditatto , adalah wanita – wanita yang terlaknat.”

2. Menyemir Rambut dengan warna Hitam

Dari Jabir RA ia berkata ,” Pada hari penaklukan Kota Makkah , Abu Qahafah ayah Abu Bakar Ash Shiddiq di hadapkan kepada Rasululloh SAW , dimana rambut kepala dan jenggotnya seperti bunga matahari karena putihnya , kemudian Rasululloh SAW bersabda ,” Ubahlah warna rambut itu , tetapi jauhilah warna hitam.” ( HR. Muslim )

Dari Ibnu Abbas RA dia berkata , Rasululloh SAW bersabda ,” Akan ada di akhir jaman suatu kaum yang suka mengecat warna rambut mereka dengan warna hitam seperti tembolok merpati , mereka tidak akan mencium bau wanginya surga.” ( HR. Ahmad )

3. Membuat tahi lalat

Dari Ibnu Umar RA , bahwasanya Nabi SAW mengutuk orang yang menyambung rambut dan orang yang disambung rambutnya serta orang yang membuat tahi lalat.” ( HR. Bukhori & Muslim )

4. Mencabut Uban

Dari Amr Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi SAW bahwasanya Beliau bersabda ,
” Janganlah kalian mencabut uban , karena sesungguhnya uban itu merupakan cahaya orang islam nanti pada hari kiamat.” ( HR. Abu Dawud , Tirmidzi , An Nasai )

5. Pergi sendirian

Dari Abu Said Al Khudry RA , dia berkata , Rasululloh SAW bersabda ,” Tidak di bolehkan bagi wanita yang beriman kepada Alloh dan hari akhir untuk bepergian dengan perjalanan selama tiga hari lebih , kecuali dia bersama ayah , saudara , suami anak atau mahramnya .” ( HR. Bukhori & Muslim )

Dari Abu Hurairah RA , dia berkata , Rasululloh SAW bersabda ,” Tidak di bolehkan bagi wanita yang beriman kepada Alloh dan hari akhir untuk bepergian dengan jarak perjalanan selama sehari semalam kecuali bersama mahramnya.” ( HR. Bukhori , Muslim , Abu Dawud , Ibnu Majah , Ibnu Khuzaimah )

6. Wanita menyerupai laki – laki

Dari Ibnu Abbas RA , ia berkata , Rasululloh SAW melaknat diantara laki – laki yang meyerupai wanita dan diantara wanita yang menyerupai laki – laki.” ( HR. Bukhori )

7. Wanita puasa sunnat tanpa ijin suaminya

Dari Abu Hurairah RA , dia berkata , Rasululloh SAW bersabda ,” Tidak dibolehkan bagi wanita untuk puasa , sedangkan suaminya ada , kecuali dengan ijinnya.” ( HR. Bukhori & Muslim )

Rasululloh SAW bersabda ,” Seorang wanita tidak boleh puasa sedangkan suaminya ada pada suatu hari , selain bulan Romadhon , kecuali dengan ijinnya.” ( HR. Jamaah )

8. Pakai parfum ( Yang berbau tajam )

Dari Abu Musa RA , dia berkata , Rasululloh SAW bersabda ,” Setiap mata adalah pezina dan sesungguhnya apabila wanita itu mengenakan wewangian kemudian dia berlalu melewati majelis , maka dia adalah pezina.” ( HR. Lima Ahli Hadits )

Dari Abu Hurairah RA , dia berkata , Rasululloh SAW bersabda ,” Wewangian orang laki – laki adalah yang tercium baunya dan tidak tampak warnanya , sedangkan wewangian wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium baunya.’ ( HR. Tirmidzi & An Nasai )

9. Mengumbar peristiwa malam kepada orang lain.

Dari Abu Said RA dia berkata , Rasululloh SAW bersabda ,” Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya disisi Alloh pada hari kiamat adalah orang yang memberitahukan keadaan istrinya dan istrinya memberitahukan keadaan suaminya , kemudian rahasianya tersebar.” ( HR. Muslim & Ahmad )

10. Istri meminta cerai.

Dari Tsauban RA dia berkata , Rasululloh SAW bersabda ,” Siapapun wanita yang meminta cerai kepada suaminya tanpa ada sebab kekerasan , maka haram baginya bau sorga.” ( Abu Dawud , Tirmidzi , Ibnu Hibban )

11. Istri menolak ajakan suami

Dari Ibnu Abbas RA , Rasululloh SAW bersabda ,” Sesungguhnya hak suami atas istrinya adalah jika suami meminta ( berhubungan ) dengannnya , meskipun ia berada pada cerobong , maka istri tidak boleh menolak ajakannya itu. Dan diantara hak suami atas istri ialah istri tidak boleh puasa sunnah kecuali dengan ijinnya. Jika ia tetap terus berpuasa , maka dia dalam keadaan lapar dan haus , padahal puasanya tidak diterima. Dia juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan ijin suaminya. Jika ia tetap melakukannya , maka ia di laknat para malaikat di langit dan di bumi , malaikat rahmat dan malikat adzab , hingga ia kembali.” ( HR. Ashhabus Sunan )

Dari Abu Hurairah RA , dia berkata , Rasululloh SAW bersabda ,” Demi jiwaku yang ada dalam kekuasaan Nya , tidaklah seorang laki – laki ( suami ) mengajak istrinya ke tempat tidurnya , lalu dia menolaknya , melainkan siapa yang berada di langit dalam keadaan marah kepanya , hingga suaminya ridho kepadanya.” ( HR.

12. Wanita sebagai pemimpin

Dari Abu Bakrah dia berkata , tatkala Rasululloh SAW mendengar kabar bahwa orang – orang Persi mengangkat putri Kisra sebagai pemimpin , maka Rasululloh SAW bersabda ,” Sekali – kali suatu kaum tidak akan beruntung jika mereka mengangkat seorang wanita menjadi pemimpin bagi urusan mereka.” ( HR. Bukhori , Ahmad , An Nasai )

13. Masalah Cadar

Dari Abdul Khabir Bin Qais Bin Tsabit Bin Qais Bin Syammas , dari ayahnya , dari kakeknya , dia berkata ,” Ada seorang wanita mendatangi Rasululloh SAW , yang bernama Ummu Khalad , dia mengenakan cadar dan menanyakan keadaan anaknya yang terbunuh fisabilillah. Sebagian sahabat ada yang bertanya kepada Ummu Khalad ,” Bagaimana mungkin engkau datang menanyakan keadaan anakmu dengan bercadar seperti ini ? Dia menjawab ,” Aku berpakaian seperti ini demi anakku dan bukan karena hidupku.” Nabi berkata ,” Sesungguhnya anakmu mendapat dua pahala.” Dia berkata ,” Bagaima bias begitu ? Beliau menjawab ,” Karena ia dibunuh oleh ahli kitab.” ( HR. Abu Dawud )

Aisyah RA , menerangkan bahwa Asma Binti Abu Bakar masuk ke kamar Rasululloh SAW sedang Asma’ menutup tubuhnya dengan kain yang tipis. Maka Nabi SAW memalingkan mukanya dan berkata :
” Hai Asma’ , bahwasanya seorang wanita apabila kedatangan masa haid ( dewasa ) tidak boleh lagi dipandang orang selain ini dan ini. Nabi mengisyaratkan kepada muka dan kedua telapak tangannya.” ( HR. Abu Dawud )

14. Haram berhubungan saat haid

“ Mereka bertanya kepadamu tentang haidh , katakanlah : ” Haidh itu adalah suatu kotoran “. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh. Dan janganlah kamu mendekati mereka , sebelum mereka suci.” ( QS. Al Baqoroh ayat 222 )

Abu Hurairah RA menerangkan bahwa Rasululloh SAW bersabda :
“ Barangsiapa yang menyetubuhi istrinya yang sedang haid atau menyetubuhi istrinya lewat duburnya atau mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang dikatakannya , maka sesungguhnya orang itu telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.” ( HR. Ahmad , Abu Dawud , Tirmidzi )

15. Haram Menyetubuhi istri lewat belakang ( dubur )

Abu Hurairah RA menerangkan bahwa Rasululloh SAW bersabda : “ Dikutuk orang ( suami ) yang menyetubuhi istrinya lewat duburnya.” ( HR. Abu Dawud Ahmad )

Amar Ibnu Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya , menerangkan : “ Nabi SAW bersabda tentang orang yang menyetubuhi dubur istrinya , itulah liwath
( homo seksual ) kecil.” ( HR. Ahmad )

16. Masalah KB

Hadits – hadits yang menyatakan bahwa Rasululloh SAW melarang mengeluarkan sperma di luar vagina ( ‘Adzl )

 Abu Sa’id Al Khudzry RA menerangkan , tentang mengeluarkan sperma di luar vagina ( ‘Adzl ) , Rasululloh SAW bersabda :
” Engkau yang menciptakannya ? Engkau yang memberi rezki kepadanya ? Tempatkanlah dia di tempatnya , karena sesungguhnya yang demikian itu adalah qodar ( ketetapan Tuhan ).” ( HR. Ahmad An Nasai , Tirmidzi )

 Juzamah Binti Wahab Al Asadiyah RA menerangkan :
“ Saya hadir di majelis Rasululloh SAW bersama beberapa orang , saat itu Rasululloh SAW berkata ,” Sesungguhnya Aku telah berkemauan untuk melarang orang untuk menyetubuhi istri yang sedang menyusui anak ( menyusui anak sedang ia juga mengandung ). Tetapi setelah Aku melihat kepada bangsa Rumawi dan Persia , mereka menyetubuhi istri yang sedang menyusui anak dan tidak memberi mudhorot kepada si bayi yang dikandungnya. Kemudian para sahabat bertanya kepada Rasululloh SAW tentang mengeluarkan sperma di luar vagina , maka Rasululloh SAW menjawab ,” Itulah pembunuhan halus dan dialah yang dikehendaki oleh ayat Idzal mau-uudatu suilat = apabila ditanyakan kepada anak – anak yang dikubur hidup – hidup.” ( HR. Muslim , Ahmad )

 Umar Ibnul Khoththob RA menerangkan ,” Rasululloh SAW melarang mengeluarkan sperma di luar vagina istri yang merdeka tanpa ijinnya.” ( HR. Ahmad , Ibnu Majah )

Hadits – hadits yang menyatakan bahwa Rasululloh SAW tidak melarang / boleh mengeluarkan sperma di luar vagina ( ‘Adzl )

 Jabir Ibnu Abdullah RA menerangkan :
” Adalah kami para sahabat , di masa Rasululloh SAW mengeluarkan sperma di luar vagina , sedangkan Al Qur’an lagi diturunkan.” ( HR. Bukhori , Muslim )

 Jabir Ibnu Abdullah RA menerangkan :
“ Seorang laki – laki datang kepada Nabi SAW lalu berkata ,” Saya mempunyai seorang jariyah , dia menjadi pelayan kami dan orang yang membantu kami dalam menyiram pohon kurma. Saya menggaulinya , namun saya tidak ingin dia mengandung.” Maka Nabi SAW bersabda , ” Keluarkanlah spermamu di luar vagina jika kamu inginkan , karena sesungguhnya akan datang kepadanya apa yang ditakdirkan baginya.” ( HR. Muslim , Ahmad , Abu Dawud )

 Abu Sa’id Al Khudzry RA menerangkan , orang – orang Yahudi berkata ” Mengeluarkan sperma di luar vagina adalah pembunuhan kecil.” Nabi SAW bersabda ,” Orang Yahudi itu dusta karena sesungguhnya Alloh , sekiranya berkehendak akan menciptakan sesuatu , niscaya tidak ada seorangpun yang sanggup menghalanginya.” ( HR. Ahmad , Abu Dawud )

 Abu Sa’id Al Khudzry RA menerangkan :
Kami pergi bersama Rasululloh SAW ke peperangan Mushthaliq , maka kami memperoleh tawanan – tawanan wanita Arab dan kamipun telah merindui wanita dan tekanan seksual telah mempengaruhi kami. Namun kami ingin mengeluarkan sperma di luar vagina , karena itu kami bertanya tentang hal itu kepada Rasululloh SAW. Rasululloh SAW bersabda ,” Tidak ada keberatan ( boleh ) kamu untuk tidak mengerjakannya , sesungguhnya Alloh telah menetapkan apa yang Alloh ciptakan hingga hari kiamat.” ( HR. Bukhori , Muslim )

 Usamah Ibnu Zaid RA menerangkan :
“ Seorang laki – laki datang kepada Nabi SAW lalu ia berkata :
” Sesungguhnya saya mengeluarkan sperma di luar vagina istriku.
” Maka berkatalah Nabi SAW kepadanya ,” Mengapa engkau lakukan yang demikian ?” Orang itu menjawab ,” Saya sayang kepada anak – anaknya.” Maka Rasululloh SAW bersabda : ” Sekiranya yang demikian itu memberi mudhorot , tentulah telah memberi mudhorot kepada orang – orang Persia dan orang – orang Romawi.” ( HR. Muslim Ahmad )

Keterangan :

1. Sebagian ulama melarang / haram mengeluarkan sperma di luar vagina , berdasarkan hadits – hadits yang melarang ‘Adzl

2. Jumhur Ulama membolehkan ‘Adzl , berdasarkan hadits – hadits yang membolehkan ‘Adzl

3. Jika kita berkeyakinan bahwa ‘adzl haram hukumnya , maka KB dengan berbagai jenisnya juga haram , karena itu sama artinya dengan membunuh.

4. Jika kita berkeyakinan bahwa ‘adzl boleh / tidak apa – apa maka KB dengan berbagai jenisnya juga boleh.

Pendapat Saya :

1. Bila Hadist yang melarang ‘adzl kita kompromikan dengan Hadits yang membolehkan ‘adzl maka ‘adzl hukumnya adalah MAKRUH.
2. Tentang KB.

• Bila alasan kita melaksanakan KB adalah karena takut tidak akan mampu memberi makan kepada anak – anak kita , ini jelas haram.

Alloh SWT berfirman , QS. Al Isro’ ayat 31
“ Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan , kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”

• Bila alasan kita melaksanakan KB adalah untuk menjaga kesehatan ibu , untuk menyempurnakan susuan ( selama 2 tahun ) , maka dalam hal ini KB adalah boleh.

Alloh SWT berfirman , QS. Al Baqoroh ayat 233
“ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. “

Alloh SWT berfirman , QS. An Nisa’ ayat 9
“ Dan hendaklah takut kepada Allah orang – orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah ( lemah aqidah lemah ekonomi , lemah pendidikan , dll ) , yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Diterbitkan oleh

leoniya (nining)

guru TK yang selalu ingin berbagi tentang pendidikan anak usia dini, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s